Emas Diam di $4.200, Pasar Nunggu Kejutan Data PCE
Harga emas bergerak stagnan pada hari Jumat(5/12), dengan emas spot bertahan di sekitar $4.208,46 per ons pada pukul 03.58 GMT. Secara mingguan, emas masih mengarah ke penurunan sekitar 0,5%, sementara emas berjangka AS pengiriman Desember turun tipis 0,1% ke $4.237,70 per ons. Pergerakan harga cenderung terbatas karena pasar menunggu sinyal baru menjelang rapat Federal Reserve minggu depan.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS 10-tahun bertahan dekat level tertinggi lebih dari dua minggu, sehingga menekan minat ke emas. Di sisi lain, dolar AS justru melemah dan berada dekat level terendah lima minggu, sehingga emas tetap menarik bagi pembeli dari luar AS. Analis Kunal Shah dari Nirmal Bang Commodities menilai pasar emas saat ini sedang dalam fase konsolidasi setelah lonjakan singkat di November, namun tren ke depan masih berpotensi membaik.
Data ekonomi AS terbaru memberi warna campuran. Klaim pengangguran mingguan turun ke 191.000, terendah dalam lebih dari tiga tahun dan jauh di bawah perkiraan 220.000, sementara data ADP menunjukkan penggajian sektor swasta justru berkurang 32.000 pekerjaan di November, penurunan terbesar lebih dari dua setengah tahun. Mayoritas ekonom yang disurvei memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga 25 bps pada pertemuan 9–10 Desember untuk menopang pasar tenaga kerja yang mulai melemah. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Fokus utama investor hari ini adalah rilis Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bulan September, indikator inflasi favorit The Fed, yang dijadwalkan keluar pukul 15.00 GMT. Di pasar logam mulia lainnya, perak naik 0,5% ke $57,40 per ons dan masih berada di jalur kenaikan mingguan setelah sempat menyentuh rekor $58,98 pada hari Rabu. Platinum turun 0,4% ke $1.640,25 dan diperkirakan mencatat penurunan mingguan, sedangkan paladium naik 0,9% ke $1.461,67 namun masih berpotensi menutup pekan ini dengan kinerja yang bercampur. (az)
Sumber: Newsmaker.id