Profit Taking Tekan Emas, Pasar Nunggu Sinyal Cut Rate
Harga emas turun tipis pada hari Selasa (2/12) karena investor melakukan aksi ambil untung pasca menyentuh level tertinggi enam minggu pada sesi sebelumnya, meskipun ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve tetap memberikan dukungan menjelang rilis data ekonomi utama AS pekan ini.
Harga emas spot melemah 0,3% menjadi $4.219,96 per troy ounce pada pukul 09.58 pagi waktu New York (14.58 GMT), setelah sempat turun lebih dari 1% di awal sesi.
Kontrak berjangka emas AS pengiriman Februari turun 0,5% ke level $4.253,10 per troy ounce.
“Ini kemungkinan hanya sedikit aksi ambil untung… fokus utama pasar belakangan ini adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga dan hal itu masih cukup stabil,” kata Peter Grant, wakil presiden dan analis logam senior di Zaner Metals.
“Kita berada dalam pola kelanjutan yang pada akhirnya akan mengarah ke breakout naik dan saya masih menyukai skenario emas di $5.000 pada awal tahun depan.”
Data terbaru yang menunjukkan perlambatan bertahap ekonomi AS, ditambah sinyal bernada dovish dari para pembuat kebijakan Federal Reserve, telah memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed pekan depan, dengan pelaku pasar memperkirakan probabilitas langkah tersebut sekitar 87%.
Investor juga menantikan laporan ketenagakerjaan ADP untuk bulan November pada hari Rabu dan data Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bulan September yang tertunda, yang akan dirilis pada hari Jumat, dan merupakan indikator inflasi pilihan The Fed. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
Bank-bank sentral membeli 53 ton emas pada bulan Oktober, naik 36% secara bulanan dan menjadi permintaan bersih bulanan terbesar sejak awal 2025, menurut World Gold Council.
Perak mundur dari rekor tertinggi $58,83 yang tercapai pada hari Senin, turun 0,4% ke $57,42 per troy ounce. Secara tahun kalender (year-to-date), harganya sudah naik lebih dari 100%.
“Tidak ada alasan baru untuk lonjakan harga perak baru-baru ini. Namun, alasan yang sudah diketahui masih berlaku, yakni pasokan yang ketat, yang tercermin dari rendahnya level persediaan di bursa Shanghai,” tulis Commerzbank dalam sebuah catatan, seraya menambahkan bahwa mereka memperkirakan kenaikan harga lanjutan, meski moderat, hingga $59 pada tahun mendatang.
Platinum turun 2% ke $1.624,20, sementara paladium naik 0,7% ke $1.434,29.(yds)
Source: Reuters.com