Emas Ngebut Jelang Desember, Ada Apa di Balik Kenaikannya?
Harga emas dunia menguat pada perdagangan Jumat(28/11) dan bersiap mencetak kenaikan bulanan keempat berturut-turut, didorong keyakinan pasar bahwa Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga pada Desember. Emas spot naik sekitar 0,8% ke $4.189,61 per ons pada pukul 03.03 GMT, level tertinggi sejak 14 November, dan diperkirakan menguat sekitar 3% dalam sepekan. Secara bulanan, emas batangan berpotensi membukukan kenaikan hampir 3,9%, sementara emas berjangka Desember naik sekitar 0,5% ke $4.221,30 per ons.
Menurut analis, kondisi likuiditas yang tipis justru membuat pergerakan harga emas terlihat lebih tajam karena banyak pelaku pasar mulai “pasang posisi duluan” untuk mengantisipasi era suku bunga yang lebih rendah. Kontrak berjangka suku bunga AS kini memperkirakan sekitar 87% peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember, naik dari 85% sehari sebelumnya dan 50% sepekan lalu. Ekspektasi ini makin kuat setelah komentar bernada dovish dari Mary Daly (Presiden Fed San Francisco) dan Christopher Waller (Gubernur Fed). Selain itu, Kevin Hassett, kandidat kuat pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed versi pasar, juga terang-terangan menilai suku bunga seharusnya lebih rendah, sejalan dengan preferensi Presiden AS Donald Trump.
Di sisi lain, tidak semua pejabat The Fed sepakat untuk buru-buru memangkas bunga. Beberapa presiden Fed regional masih ingin menunggu hingga inflasi benar-benar bergerak lebih meyakinkan menuju target 2%. Namun bagi emas, arah besar narasinya jelas: lingkungan suku bunga lebih rendah dan dolar yang melemah adalah kombinasi ideal. Dolar AS saat ini menuju minggu terburuknya sejak akhir Juli, membuat emas yang dihargakan dalam dolar semakin menarik bagi pembeli luar negeri. Di pasar logam mulia lain, perak spot naik sekitar 1,4% ke $54,18 per ons, platinum melonjak 1,7% ke $1.634,82, dan paladium memang turun tipis 0,6% ke $1.428,62, tetapi masih on track membukukan kenaikan mingguan sekitar 4%. (az)
Sumber: Newsmaker.id