Perdebatan Calon Ketua The Fed Memanas
Kevin Hassett salah satu kandidat terdepan untuk Ketua The Fed—yakin bank sentral AS telah mengalami "perambatan misi", yang membahayakan independensi dan kredibilitasnya. Dalam sebuah wawancara di acara "Face the Nation", Hassett menekankan bahwa The Fed harus sepenuhnya bebas dari tekanan politik dan lebih transparan, meskipun ia belum menguraikan rencana reformasi yang terperinci jika terpilih. Pernyataan ini sejalan dengan laporan dari Bloomberg dan Reuters pada hari Minggu.
Nada Hassett menggemakan esai oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent di Wall Street Journal yang mendesak "tinjauan independen yang menyeluruh" terhadap The Fed dan menyerukan agar bank sentral tersebut kembali berfokus pada mandat undang-undangnya, alih-alih mengambil alih fungsi lain seperti pengawasan perbankan. Gagasan Bessent—yang telah menuai kritik karena potensinya untuk meningkatkan pengaruh Gedung Putih—telah dibahas secara luas sejak Jumat.
Di sisi pasar, pendiri Citadel, Ken Griffin, dalam sebuah opini untuk WSJ, mengingatkan Presiden Donald Trump bahwa mempertahankan independensi The Fed adalah demi "kepentingan terbaiknya". Artikel tersebut—yang ditulis bersama ekonom Chicago Booth, Anil Kashyap—juga berpendapat bahwa kandidat yang berkualitas akan membantu meredakan kekhawatiran pasar. Nama-nama seperti Christopher Waller, Michelle Bowman, dan Hassett sendiri telah disebut-sebut sebagai kandidat utama untuk menggantikan Jerome Powell.
Hassett juga menyoroti perlunya memodernisasi data Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) untuk memulihkan kepercayaan publik—sebuah isu yang semakin sensitif setelah Trump memecat pimpinan BLS bulan lalu dan rilis data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan perlambatan. Fokus pada kualitas data ini telah menambah tekanan pada The Fed di tengah perdebatan politik yang semakin panas. (ayu)
Sumber: Newsmaker.id