• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

22 August 2025 21:15  |

Powell Isyaratkan Penyesuaian Suku Bunga

Ketua The Fed Jerome Powell membuka peluang pemangkasan suku bunga pada September, sambil menegaskan inflasi masih jadi kekhawatiran. Ia menyebut kebijakan kini cukup restriktif, dan pergeseran prospek serta keseimbangan risiko dapat membuat sikap kebijakan perlu disesuaikan.

Pernyataan ini tidak sepenuhnya sejalan dengan ekspektasi pasar yang sebelumnya mematok peluang ~75% untuk pemangkasan bulan depan. Powell menilai pasar kerja dalam “keseimbangan yang aneh” setelah revisi data membuat pertumbuhan lapangan kerja beberapa bulan terakhir tampak lebih lemah. Ia memperingatkan risiko PHK lebih tinggi dan pengangguran naik bisa terjadi cepat jika kondisi memburuk.

Di sisi lain, Powell menyoroti risiko inflasi dari kenaikan tarif impor di bawah Presiden Donald Trump. Dampak ke harga konsumen sudah terlihat, meski berpotensi bersifat sementara. Namun ia mengingatkan tekanan harga dari tarif bisa lebih persisten, sehingga perlu dikelola dalam bingkai mandat ganda The Fed (stabilitas harga & lapangan kerja maksimum).

Pasar keuangan merespons positif: imbal hasil Treasury turun, S&P 500 menguat, dan dolar melemah. Pidato ini berlangsung di tengah tekanan politik kepada The Fed, termasuk seruan Trump agar Gubernur Lisa Cook mundur—isu yang tidak ditanggapi Powell dalam pidatonya dan tanpa sesi tanya jawab.

Powell juga memaparkan pembaruan kerangka kerja. The Fed tetap pada target inflasi 2%, tetapi menghapus toleransi atas inflasi di atas target (pendekatan 2020). Frasa tentang “kekurangan lapangan kerja dari maksimum” dihapus dan diganti penjelasan bahwa lapangan kerja dapat melampaui penilaian waktu-nyata tanpa otomatis mengancam stabilitas harga. The Fed menegaskan tidak akan menaikkan suku bunga hanya karena pengangguran rendah, namun tetap bisa bertindak pre-emptive bila ketatnya pasar tenaga kerja atau faktor lain memicu risiko inflasi.(ayu)

Sumber: Newsmaker.id

 

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
FISCAL & MONETARY

BOJ Pertahankan Suku Bunga, Pangkas Prospek Pertumbuhan PDB

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek utamanya tidak berubah pada 0,5% selama pertemuannya di bulan Mei...

1 May 2025 10:46
BIAS23.com NM23 Ai