• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

10 March 2025 21:07  |

Indeks Sentimen Fed FXS Turun Saat Periode Blackout Dimulai

Federal Reserve (Fed) akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter dua hari minggu depan dan mengumumkan keputusannya pada 19 Maret. Hingga saat itu, Fed akan berada dalam periode blackout, di mana para pembuat kebijakan dan pejabat tidak akan diizinkan mengomentari prospek kebijakan.

Menurut CME FedWatch Tool, pasar hampir tidak melihat peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) minggu depan. Probabilitas penurunan suku bunga pada bulan Mei saat ini berada di sekitar 40%.

Sementara itu, Indeks Sentimen Fed FXS (FXS) tetap berada di wilayah netral, sedikit di bawah 100. Setelah pertemuan Januari, Fed tidak mengubah pengaturan kebijakan, seperti yang diantisipasi secara luas. Namun, pernyataan kebijakan tersebut mengadopsi nada hati-hati mengenai pelonggaran kebijakan lebih lanjut dalam waktu dekat, dengan mengutip ketidakpastian seputar dampak perubahan kebijakan. Pada gilirannya, Indeks Sentimen Fed FXS naik di atas 120.

Namun, komentar dari pejabat Fed setelah pertemuan Januari menyebabkan Indeks Sentimen Fed FXS berbalik ke bawah.

Dalam penampilan publik terakhirnya sebelum dimulainya periode pemadaman, Ketua Fed Jerome Powell mencatat bahwa kebijakan tersebut tidak berada pada jalur yang telah ditetapkan sebelumnya. "Kita dapat mempertahankan pengendalian kebijakan lebih lama jika kemajuan inflasi terhenti atau mereda jika pasar tenaga kerja tiba-tiba melemah atau inflasi turun lebih dari yang diharapkan," Powell mencatat. Pada catatan yang lebih dovish, Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan bahwa ketidakpastian yang meningkat tentang ekonomi dan kebijakan dapat membebani permintaan. Ia lebih lanjut berpendapat bahwa mereka harus berhati-hati dan berhati-hati dengan kebijakan moneter.

Sementara itu, Dolar AS (USD) telah berjuang untuk tetap tangguh terhadap para pesaingnya. Rilis data ekonomi makro yang mengecewakan, dikombinasikan dengan tarif Presiden AS Donald Trump, menghidupkan kembali kekhawatiran atas penurunan ekonomi di AS dan sangat membebani USD. Indeks USD, yang melacak kinerja USD terhadap keranjang enam mata uang utama, terakhir terlihat kehilangan sekitar 3,5% sejak awal Maret, setelah turun hampir 1% pada bulan Februari.(Newsmaker23)

Sumber: FXstreet

Related News

FISCAL & MONETARY

Ueda dari BOJ Menghindari Memberikan Petunjuk Jelas Tentang ...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menghindari memberikan sinyal yang jelas bahwa ia mungkin akan menaikkan suku bunga bulan d...

25 December 2024 13:22
FISCAL & MONETARY

Pantau FOMC, Federal Reserve Diperkirakan Akan Mempertahanka...

Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat (AS) akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya setelah pertemuan kebijakan pertam...

29 January 2025 20:57
MONETARY

Ekonomi Australia Tetap Lesu karena Konsumen Mengendalikan P...

Pelemahan ekonomi Australia berlanjut dalam tiga bulan hingga Juni karena konsumen bertahan dalam menghadapi biaya pinjaman y...

4 September 2024 08:55
FISCAL & MONETARY

BoE Beri Peringatan Bernada Hawkish Pasca Memangkas Suku Bun...

Komite Kebijakan Moneter Bank of England memberikan suara untuk memangkas suku bunga ke level terendah dalam 19 bulan, tetapi...

6 February 2025 19:24
BIAS23.com NM23 Ai