Goldman Pangkas Proyeksi Emas, Sinyal Fed Jadi Tekanan
Goldman Sachs memangkas proyeksi harga emas akhir tahun sebesar $500 per ons setelah Federal Reserve tidak lagi diperkirakan melonggarkan kebijakan pada 2026. Target baru Goldman untuk Desember kini berada di $4.900 per ons, masih menunjukkan potensi kenaikan pada paruh kedua tahun ini, tetapi lebih rendah dari estimasi sebelumnya.
Analis Goldman Lina Thomas dan Daan Struyven menyebut pandangan mereka terhadap emas tetap konstruktif secara struktural, tetapi lebih berhati-hati dalam jangka pendek. Perubahan proyeksi ini menandai sedikit pergeseran nada dari Goldman, yang selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu institusi paling bullish terhadap emas.
Tekanan terhadap emas meningkat setelah The Fed mempertahankan suku bunga, tetapi memberi sinyal bahwa sebagian pembuat kebijakan mendukung kenaikan pada tahun ini. Ketua Fed baru Kevin Warsh juga menegaskan komitmen untuk memulihkan stabilitas harga, membuat pasar menilai ruang pelonggaran kebijakan semakin terbatas.
Pemangkasan target Goldman terutama dipicu oleh proyeksi arus masuk ETF emas yang lebih rendah. Ekonom Goldman kini memperkirakan pemangkasan suku bunga AS baru terjadi pada Juni dan Desember tahun depan, lebih lambat dari proyeksi sebelumnya. Jika The Fed benar-benar menaikkan suku bunga, Goldman menilai permintaan emas sebagai lindung nilai kebijakan makro dapat melemah lebih lama, dengan harga berpotensi berada di sekitar $4.400 pada akhir tahun.
Meski begitu, faktor pendukung emas belum sepenuhnya hilang. Goldman masih melihat pembelian bank sentral sebagai penopang utama, dengan estimasi pembelian sektor resmi sekitar 50 ton per bulan tahun ini dan 40 ton per bulan tahun depan. Permintaan bank sentral menjadi faktor struktural yang dapat membantu menahan tekanan dari suku bunga tinggi.
Harga emas terakhir diperdagangkan di sekitar $4.165 per ons dan berada di jalur penurunan mingguan ketiga. Setelah sempat mencetak rekor mendekati $5.600 per ons pada akhir Januari, emas telah mencatat penurunan bulanan ketiga berturut-turut pada Mei. Fokus pasar berikutnya tertuju pada data inflasi AS, arah suku bunga The Fed, arus ETF emas, dan konsistensi pembelian bank sentral.(arl)
Sumber: Newsmaker.id