Inflasi 2%? Goolsbee Minta Bukti
Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee memberi sinyal bahwa ruang pemangkasan suku bunga masih terbuka tahun ini—tapi syaratnya jelas: inflasi harus benar-benar kembali meluncur ke target 2%. Dalam wawancara Selasa (17/2), ia menyebut The Fed bisa saja mengizinkan “beberapa” pemotongan lagi bila data ke depan menunjukkan tren disinflasi yang konsisten, sembari mengingatkan pasar agar tidak cepat puas hanya karena satu rilis inflasi yang terlihat jinak.
Goolsbee menilai CPI Januari 2,4% memang lebih rendah dari perkiraan, namun sebagian dipengaruhi efek basis—angka inflasi tinggi awal tahun lalu keluar dari perbandingan tahunan. Yang lebih mengganggu, kata dia, adalah inflasi sektor jasa yang masih “belum jinak”, bertahan di sekitar 3,2% secara tahunan. Intinya: headline CPI boleh melandai, tapi “mesin” inflasi jasa masih belum sepenuhnya padam.
Dengan gambaran itu, bank sentral kini cenderung masuk mode tunggu dan verifikasi. The Fed sudah menahan suku bunga di 3,50%–3,75% pada rapat 27–28 Januari dan pasar luas memperkirakan keputusan serupa pada 17–18 Maret. Data tenaga kerja juga belum memberi alasan darurat untuk buru-buru memangkas: job growth Januari 130.000 dan pengangguran turun tipis ke 4,3%, sehingga argumen “cut cepat untuk menyelamatkan pasar kerja” ikut melemah.
Sorotan berikutnya mengarah ke Minutes FOMC (Rabu) dan data PCE (Jumat)—karena The Fed menjadikan PCE sebagai patokan utama, bukan CPI. Ukuran PCE tahunan disebut masih “nyangkut” di sekitar 2,8% sejak Mei (hingga rilis terbaru yang tersedia), sehingga pembacaan berikutnya akan krusial untuk menguji klaim bahwa inflasi akan turun menuju 2% pada pertengahan tahun. Jika jalur itu terlihat jelas, Goolsbee menilai suku bunga kebijakan sekitar 3% bisa menjadi kisaran “netral longgar”, yang berarti butuh dua sampai tiga kali pemangkasan 25 bps. Namun untuk sekarang, pesan utamanya sederhana: The Fed belum mau percaya sebelum melihat bukti beruntun—terutama saat pasar juga menanti transisi kepemimpinan setelah nominasi Kevin Warsh untuk menggantikan Jerome Powell pada Mei. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id