Lisa Cook: Kredibilitas Inflasi The Fed
Gubernur Federal Reserve Lisa Cook menegaskan bank sentral harus menjaga kredibilitasnya dengan memastikan inflasi kembali ke target 2% dalam waktu dekat. Dalam pidato yang disiapkan untuk acara di Miami pada Rabu, Cook mengatakan fokus utamanya masih pada inflasi sampai ada bukti yang lebih kuat bahwa laju kenaikan harga benar-benar turun secara berkelanjutan—selama tidak ada kejutan besar di pasar tenaga kerja.
Pernyataan itu datang setelah The Fed pekan lalu menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%, usai melakukan tiga kali pemangkasan beruntun di akhir 2025. Dengan menahan suku bunga, para pejabat memberi sinyal bahwa ekonomi dan pasar kerja masih cukup kuat, sehingga belum ada kebutuhan “mendesak” untuk melanjutkan pemotongan dalam waktu dekat.
Cook juga menyoroti bahwa arah risiko kini condong ke inflasi yang lebih tinggi. Ia sejalan dengan beberapa pejabat Fed lain yang mulai terdengar lebih waspada, mengingat inflasi sudah bertahan di atas target 2% selama beberapa tahun. Menurut Cook, setelah hampir lima tahun inflasi melampaui target, upaya mengembalikan inflasi ke jalur disinflasi bukan sekadar agenda—melainkan fondasi kepercayaan publik terhadap kebijakan moneter.
Isu ini makin sensitif karena berdekatan dengan dinamika politik: Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana menominasikan Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed berikutnya. Trump sejak lama mendorong pemangkasan suku bunga yang agresif, sehingga sebagian pelaku pasar khawatir kepemimpinan berikutnya bisa mengubah prioritas The Fed dari “fight inflation” menjadi “dorong pertumbuhan” lebih cepat.
Warsh sendiri berpendapat The Fed punya ruang untuk menurunkan suku bunga, dengan alasan peningkatan produktivitas—termasuk dari teknologi—dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa memicu inflasi. Namun, Cook menekankan bahwa tanpa kepastian inflasi benar-benar terkendali, pelonggaran terlalu cepat justru bisa mengorbankan kredibilitas The Fed yang sudah susah dibangun.
Dari sisi pasar tenaga kerja, Cook menilai kurangnya dinamisme bisa membuat kondisi pekerjaan rentan terhadap guncangan ke bawah. Meski begitu, ia menggambarkan pasar kerja saat ini masih “kurang lebih seimbang”. Tingkat pengangguran yang sedikit turun pada Desember juga disebut mulai menunjukkan tanda stabilisasi.
Menutup pernyataannya, Cook mengakui ketidakpastian prospek ekonomi masih tinggi. Tetapi ia percaya pasar tenaga kerja tetap akan mendapat dukungan dari dampak tiga kali pemangkasan suku bunga tahun lalu—meski arah kebijakan selanjutnya akan tetap sangat bergantung pada data inflasi dan ketahanan ekonomi ke depan.(alg)
Sumber: Newsmaker.id