Begini Peluang Dipangkasnya Suku Bunga di Desember 2025 Berdasarkan Beberapa Survey!
Harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve kembali menjadi fokus utama investor, setelah rilis terbaru dari CME FedWatch Tool menunjukkan perubahan signifikan dalam probabilitas penurunan bunga yang sebelumnya sempat menguat. Berdasarkan data terkini dari CME, peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan Desember turun menjadi sekitar 41%, mencerminkan meningkatnya keraguan pasar setelah rangkaian data ekonomi AS, khususnya sektor tenaga kerja, menunjukkan kinerja lebih kuat daripada ekspektasi. Penurunan probabilitas ini kontras dengan optimisme pasar beberapa minggu sebelumnya yang sempat menilai peluang pemangkasan berada di kisaran 60% lebih.
Lembaga keuangan besar dan ekonom global juga mulai menyesuaikan prediksi mereka. Survei dari Reuters menunjukkan sejumlah bank besar seperti J.P. Morgan dan Morgan Stanley menarik kembali proyeksi pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada Desember, seiring pandangan bahwa Fed akan menunggu sinyal inflasi yang lebih meyakinkan sebelum mengambil tindakan. Sementara itu, survei SIFMA mengungkapkan bahwa sekitar 75% ekonom masih memperkirakan bahwa pemangkasan suku bunga akan terjadi setidaknya sekali sebelum akhir 2025, meski waktunya berpotensi bergeser lebih jauh ke tahun depan.
Meski investor sebelumnya berharap kebijakan yang lebih dovish untuk meredam biaya pinjaman dan mendorong pertumbuhan, pejabat The Fed saat ini masih menegaskan perlunya pendekatan hati-hati untuk memastikan inflasi benar-benar bergerak stabil menuju target 2%. Situasi ini menciptakan ketidakpastian pasar yang berdampak langsung pada pergerakan dolar AS, obligasi, dan komoditas. Dolar cenderung mempertahankan kekuatan sementara emas mengalami fluktuasi karena sensitivitasnya terhadap prospek suku bunga dan sentimen safe-haven.
Pasar keuangan kini bersiap menunggu serangkaian data ekonomi berikutnya—termasuk laporan PCE dan inflasi konsumen—yang akan sangat menentukan apakah ekspektasi pemangkasan akan kembali menguat atau justru semakin melemah. Banyak analis menilai bahwa minggu-minggu ke depan dapat menjadi salah satu periode paling penting bagi arah pasar hingga penutupan tahun.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id