Trump: China Akan Beli Lebih Banyak Energi AS, Soroti Kesepakatan Alaska
Presiden AS Donald Trump mengatakan China akan membeli lebih banyak energi AS sebagai bagian dari meredanya gejolak perdagangan yang lebih luas, dan menyebutkan kemungkinan transaksi besar yang melibatkan minyak dan gas Alaska.
Dalam postingannya di Truth Social setelah berbicara dengan Presiden China Xi Jinping pada Kamis (30/10), Trump menyebutkan bahwa tim energi kedua negara, termasuk Menteri Energi AS Chris Wright dan Menteri Dalam Negeri Doug Burgum, akan bertemu untuk merinci kesepakatan tersebut, meskipun tidak memberikan detail lebih lanjut.
AS adalah produsen minyak dan gas terbesar di dunia, sementara China merupakan importir terbesar kedua produk tersebut, namun perdagangan energi antara kedua negara hampir berhenti total tahun ini akibat meningkatnya ketegangan. China terakhir kali mengimpor minyak mentah AS pada Mei dan LNG pada Februari, menurut data Bea Cukai. China juga memberlakukan tarif balasan sebesar 10% hingga 15% terhadap produk energi AS pada Februari lalu.
Kehidupan perdagangan yang terhenti ini mengingatkan pada perang dagang pertama, ketika China menghentikan pembelian hidrokarbon AS selama berbulan-bulan. Perselisihan itu berakhir dengan kesepakatan perdagangan pada Januari 2020, di mana China berjanji untuk membeli lebih dari $50 miliar energi AS selama dua tahun. Namun, pandemi global dan gangguan pasokan menyebabkan pembelian hanya sekitar sepertiga dari jumlah yang dijanjikan.
Meskipun Trump tidak memberikan rincian mengenai kesepakatan Alaska yang akan datang, komentarnya menunjukkan bahwa Washington akan berusaha menjadikan China sebagai pelanggan untuk proyek LNG yang telah lama tertunda di Alaska, yang didorong oleh presiden. Proyek senilai $44 miliar ini telah kesulitan selama beberapa dekade untuk mendapatkan kontrak jangka panjang yang mengikat dan investasi yang dibutuhkan untuk pengembangannya.
Sumber: Bloomberg.com