Pertemuan Trump-Xi Selesai, Apa Hasilnya untuk Perang Dagang?
Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berakhir setelah sekitar 90 menit pembicaraan, yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dalam perang dagang yang telah mengguncang pasar global. Kedua pemimpin terlihat saling berjabat tangan sebelum berjalan bersama keluar dari pertemuan yang berlangsung di Bandara Busan, Korea Selatan, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Trump mengklaim pertemuan ini sukses, sementara Xi mengungkapkan kesiapan Tiongkok untuk melanjutkan kerja sama dengan Amerika.
Dalam pembicaraan yang diharapkan menghasilkan kesepakatan perdagangan, Trump dan Xi berfokus pada rincian perjanjian kerangka yang telah dinegosiasikan di Malaysia. Perjanjian tersebut mencakup pengurangan beberapa tarif AS, penghentian sementara pembatasan izin langka tanah jarang Tiongkok, pembelian kedelai yang lebih banyak, dan kemajuan dalam upaya melawan perdagangan fentanyl. Trump menyatakan, "Saya rasa kami sudah menyepakati banyak hal, dan akan menyepakati lebih banyak lagi sekarang."
Xi juga berbicara positif mengenai hubungan bilateral, menyatakan bahwa meskipun kedua negara sering mengalami perbedaan pendapat, itu adalah hal yang normal bagi dua ekonomi terbesar dunia. Xi mengingatkan pentingnya menjaga arah yang benar dalam hubungan Tiongkok-AS agar hubungan tersebut tetap stabil. Xi menambahkan, "Saya sangat senang melihat Anda lagi" dan berkomitmen untuk terus bekerja bersama Trump untuk membangun hubungan yang lebih solid.
Meskipun ada sejumlah kesepakatan yang telah dicapai, beberapa detail perjanjian ini baru terungkap beberapa hari setelah pertemuan tersebut. Salah satu bagian penting dari perjanjian adalah pemberian keringanan tarif kepada Tiongkok, yang akan membantu negara itu tetap kompetitif di pasar internasional, khususnya dalam menghadapi pesaing manufaktur regional.
Sebagian besar pihak yang terlibat dalam pertemuan ini sebelumnya telah mengikuti negosiasi serupa. Di pihak AS, hadir sejumlah pejabat tinggi seperti Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Menteri Keuangan Scott Bessent. Sementara di pihak Tiongkok, sejumlah pejabat senior termasuk Wakil Perdana Menteri He Lifeng dan Menteri Luar Negeri Wang Yi juga hadir untuk membahas hasil pertemuan tersebut.(asd)
Sumber: Bloomberg