Trump Siap Turunkan Tarif China Demi Deal Fentanyl?
Presiden AS Donald Trump bilang dia siap menurunkan tarif impor barang China yang selama ini dikaitkan dengan krisis fentanyl di Amerika, asalkan Beijing benar-benar ikut ngerem ekspor bahan kimia yang dipakai buat bikin obat terlarang itu. Trump ngomong ini di pesawat Air Force One saat terbang menuju Korea Selatan, satu hari sebelum ketemu langsung Presiden China Xi Jinping. Dia bilang China akan “melakukan sesuatu” dan kerja sama langsung dengan AS soal fentanyl, tapi belum kasih detail teknisnya.
Menurut laporan media AS, skenario yang lagi dibahas adalah pemotongan tarif khusus fentanyl-related dari 20% jadi 10%. Artinya, Washington kasih kelonggaran sebagian sebagai gantinya Beijing janji memperketat kontrol bahan kimia prekursor fentanyl. Ini penting buat China juga, karena Beijing udah lama pengin beban tarif AS dikurangi. Pengurangan tarif ini dilihat sebagai konsesi besar buat China jelang pertemuan tingkat tinggi Trump–Xi.
Bukan cuma fentanyl. AS dan China kabarnya udah sepakat garis besar kerangka deal selama pertemuan teknis akhir pekan di Malaysia. Draft kesepakatannya: AS bakal tahan diri buat nggak naikin tarif jadi 100% seperti ancaman Trump sebelumnya, sementara China akan menunda pembatasan ekspor mineral langka (rare earths) yang penting buat industri chip dan teknologi tinggi dunia. Selain itu, paket ini juga nyentuh pembelian kedelai AS oleh China, potensi penurunan biaya pengapalan, dan rencana penjualan operasi TikTok di AS ke konsorsium yang disetujui Gedung Putih.
Kalau Trump dan Xi berhasil finalisasi kesepakatan ini, dampaknya bisa dua arah: tekanan ekonomi ke China sedikit longgar karena tarif diturunkan, dan Trump bisa klaim “China bantu beresin fentanyl” ke publik AS jelang tensi politik domestik soal narkotika. Di sisi lain, deal ini juga jelas bernuansa strategis: AS mau tekan China di isu keamanan (fentanyl, teknologi, TikTok), tapi tanpa bikin harga impor melonjak tajam buat konsumen AS. Dengan kata lain, ini bukan cuma soal perdagangan — ini soal siapa yang pegang kendali aturan main global berikutnya.(asd)
Sumber: Newsmaker.id