• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

27 October 2025 12:19  |

Shutdown Pemerintahan AS Memasuki Pekan Kelima, Belum Ada Kejelasan!

Pemerintah Amerika Serikat telah memasuki pekan kelima penutupan sebagian (shutdown) sejak 1 Oktober 2025. Hingga kini, negosiasi antara Partai Republik dan Demokrat di Kongres belum menghasilkan kesepakatan untuk membuka kembali pendanaan federal, membuat situasi politik dan ekonomi semakin tegang.

Kebuntuan di Senat dan DPR

Upaya kompromi kembali gagal di Senat pada akhir pekan lalu. Rancangan undang-undang pendanaan sementara (continuing resolution/CR) yang diajukan oleh DPR gagal memperoleh dukungan cukup suara untuk maju ke tahap berikutnya.

Menurut laporan The Washington Post, sejumlah senator dari kedua partai telah melakukan pertemuan informal untuk mencari jalan keluar, namun “belum ada tanda-tanda kesepakatan bipartisan yang konkret”.

Ketegangan antara kedua kubu terutama disebabkan oleh perbedaan pandangan soal kebijakan tambahan dalam paket anggaran. Partai Demokrat bersikeras memasukkan perpanjangan kredit pajak untuk program asuransi kesehatan Affordable Care Act (ACA), sedangkan Partai Republik menginginkan RUU “bersih” tanpa tambahan kebijakan sosial.

Shutdown Terpanjang Kedua dalam Sejarah

Menurut data CBS News, shutdown kali ini telah menjadi yang kedua terpanjang dalam sejarah Amerika, menyalip rekor sebelumnya tahun 2018–2019. Ribuan pegawai federal kini bekerja tanpa gaji atau terpaksa dirumahkan (furlough), sementara banyak lembaga pemerintah mengalami gangguan layanan penting.

Speaker DPR Mike Johnson menyampaikan keprihatinan mendalam dalam konferensi pers hari Minggu:

“Meskipun ini sudah menjadi penutupan pemerintah terlama kedua dalam sejarah AS, sungguh memalukan bahwa Kongres masih belum bisa bersatu untuk melayani rakyat Amerika,” demikian dikutip CBS News.

Politik Saling Menyalahkan

Survei terbaru Politico/Morning Consult menunjukkan bahwa publik membagi kesalahan hampir merata antara Presiden Donald Trump, Partai Republik di DPR, dan Partai Demokrat di Senat.

Sekitar 89% responden menyebut shutdown ini sebagai masalah besar, dengan 54% menilainya sebagai krisis nasional.

Menurut Politico, banyak pemilih independen kini menilai kebuntuan di Kongres sebagai “bukti disfungsi politik yang ekstrem,” memperburuk citra kedua partai menjelang pemilihan paruh waktu 2026.

Peluang Kesepakatan Masih Tipis

Meski beberapa senator moderat dari kedua kubu mulai mendorong pertemuan lintas partai, The Washington Post mencatat bahwa “tidak ada terobosan nyata dalam draf kompromi baru,” sementara Gedung Putih menegaskan tidak akan menandatangani RUU tanpa perlindungan sosial yang cukup.

Seorang pejabat Gedung Putih yang dikutip AP News menyebut:

“Presiden tidak akan menyetujui RUU yang menghapus subsidi layanan kesehatan atau bantuan pangan, sementara menuntut pemotongan yang justru merugikan keluarga pekerja.”

Dengan waktu yang semakin menipis dan ancaman penundaan pembayaran gaji federal minggu depan, tekanan terhadap Kongres meningkat tajam. Namun, tanpa perubahan sikap politik di kedua kubu, pembukaan kembali pemerintahan tampak masih jauh dari jangkauan.

Kesimpulan

Shutdown pemerintahan AS yang telah berlangsung hampir satu bulan kini menjadi simbol kebuntuan politik paling serius di era modern.

Sementara jutaan warga menghadapi dampak ekonomi langsung, para legislator masih saling menyalahkan. Jika tak ada kesepakatan sebelum 1 November, krisis ini berpotensi menjadi yang terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat — sekaligus ujian besar bagi kredibilitas politik Washington di mata publik dan pasar global.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai