• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 October 2025 08:33  |

Detik-Detik Trump–Xi: Damai atau Perang Tarif?

Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping dijadwalkan Kamis pagi, 30 Oktober 2025 (waktu Korea) di Korea Selatan di sela KTT APEC. Ini jadi tatap muka pertama mereka sejak 2019 dan dipandang sebagai momen krusial di tengah memanasnya tensi dagang. Media dan pejabat Gedung Putih sudah mengonfirmasi jadwalnya, dengan keterangan “Kamis pagi” waktu setempat. 

Agenda besarnya jelas: tarif, teknologi, dan bahan baku strategis. Trump mengancam tarif tambahan 100% atas impor dari Tiongkok mulai 1 November jika tak ada kesepakatan; sebagian media bahkan menyebut opsi hingga 155% sebagai tekanan maksimal. Di sisi lain, Beijing baru saja memperketat kontrol ekspor rare earth yang vital untuk chip, magnet, EV, dan perangkat militer—pemicu baru gesekan. Washington juga menimbang pembatasan ekspor produk yang dibuat dengan software AS sebagai respons. 

Tujuan resmi dari pertemuan ini: meredakan tensi dan membuka ruang negosiasi lanjutan. Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan dialog tetap jalan meski retorika memanas, sementara tim perdagangan kedua negara mengatur pertemuan pendahuluan. Intinya, kedua pihak mencari “rem” agar spiral balas-membalas tidak memukul ekonomi masing-masing dan pasar global. 

Kemungkinan satu adalah suasana mencair. Tarif seratus persen ditunda atau diperingan. Sebagai gantinya ada sedikit kelonggaran pada aturan ekspor teknologi. Biasanya pasar terasa lebih lega.

Kemungkinan dua adalah ketegangan naik. Tarif tetap diberlakukan. Beijing membalas dengan aturan lebih ketat untuk bahan baku penting. Pasar jadi lebih hati hati.

Kemungkinan tiga adalah jeda sementara. Kedua pihak setuju untuk terus bernegosiasi tanpa keputusan jelas soal tarif. Arah pasar menunggu isi jumpa pers dan pernyataan resmi.

Dampak pasar :

- Jika suasana mereda, saham global cenderung naik. Jika semakin tegang, saham biasanya turun.

- Dolar AS bisa sedikit melemah saat situasi mendingin. Jika tegang, dolar biasanya menguat karena orang cari aman.

- Emas dan perak cenderung turun atau datar saat tenang. Jika tegang, keduanya biasanya naik sebagai tempat berlindung.

- Minyak cenderung naik sedikit jika ekonomi diperkirakan membaik. Namun jika tegang, bisa turun karena takut permintaan melemah, tapi bisa juga naik kalau arus suplai terganggu. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai