Trump Puji Modi, Deal Dagang Dinanti
Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington dan New Delhi semakin dekat untuk menyelesaikan kesepakatan dagang yang telah lama dinegosiasikan. Pernyataan itu disampaikan saat Trump bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi di sela KTT G7 di Prancis pada Rabu (17/6).
Trump memuji Modi sebagai negosiator yang sangat kuat dan menyebut hubungan personal keduanya tetap baik. Ia juga mengatakan akan berkunjung ke India pada suatu waktu, meski belum menyebutkan jadwal. Pertemuan langsung ini menjadi upaya terbaru kedua negara untuk memperbaiki hubungan setelah setahun terakhir diwarnai ketegangan terkait tarif, Pakistan, dan perang Iran.
Isu keamanan maritim menjadi salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut. Modi menyinggung serangan AS terhadap kapal yang diawaki warga India di kawasan Teluk Oman, yang menewaskan sedikitnya tiga pelaut. Kapal-kapal itu menjadi sasaran dalam blokade AS terhadap kapal yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran.
Modi menegaskan kebebasan navigasi harus dijamin dan keselamatan ribuan pelaut India yang bekerja di jalur perdagangan global perlu menjadi prioritas. Ia menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan damai AS-Iran dapat membantu memastikan keamanan pelaut dan menurunkan risiko di jalur maritim.
Hubungan AS-India juga sempat tertekan akibat klaim Trump bahwa ia berperan dalam menengahi gencatan senjata antara India dan Pakistan setelah bentrokan militer singkat tahun lalu. New Delhi membantah klaim tersebut, sementara kedekatan Trump dengan kepemimpinan Pakistan, termasuk kepala militer Asim Munir, menjadi faktor sensitif dalam dinamika diplomasi kawasan.
Dalam isu pertahanan, Trump menyebut hubungan AS-India tetap kuat dan mengatakan Washington akan membantu India jika negara itu diserang. Pernyataan ini memberi sinyal bahwa meski terdapat perbedaan politik dan diplomatik, AS masih melihat India sebagai mitra strategis penting dalam arsitektur keamanan regional.
Di sisi perdagangan, kedua negara tengah menyusun rincian pakta dagang sementara yang telah disepakati pada Februari. Kesepakatan itu semula dijadwalkan diteken pada Maret, tetapi tertunda setelah putusan Mahkamah Agung AS membatalkan tarif resiprokal Trump. Dalam rancangan sebelumnya, ekspor India akan dikenai tarif 18%, lebih rendah dibandingkan tarif 50% yang diumumkan tahun lalu.
Negosiator AS dan India telah bertemu dua kali sejak Maret, termasuk di Washington pada April dan dalam pertemuan empat hari di New Delhi bulan ini. Namun, pejabat India menilai penyelesaian kesepakatan masih bergantung pada hasil dua investigasi perdagangan Section 301 yang dapat menjadi dasar tarif tambahan terhadap sejumlah mitra dagang AS.
Bagi pasar, kesepakatan AS-India berpotensi mengurangi ketidakpastian tarif dan memperjelas arah hubungan dagang dua ekonomi besar. Namun, prosesnya masih dipengaruhi oleh faktor politik, keamanan maritim, dan posisi AS terhadap Pakistan serta Iran. Fokus berikutnya tertuju pada kunjungan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer ke India dan apakah kedua pihak dapat menyelesaikan isu tarif sebelum kesepakatan sementara diteken. (arl)
Sumber : Newsmaker.id