Bessent: AS Siapkan “Asuransi Hormuz”, Pasar Pantau Arus Tanker
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan program asuransi pelayaran AS yang ditujukan untuk mendorong kapal-kapal kembali melintas Selat Hormuz akan segera dimulai, langkah yang dinilai dapat membantu memulihkan arus sebagian besar pasokan minyak dan gas global dari kawasan Teluk.
Pernyataan Bessent disampaikan Kamis (26/3) dalam rapat kabinet Presiden Donald Trump di Gedung Putih, beberapa pekan setelah Trump pertama kali mengumumkan bahwa US International Development Finance Corporation (DFC) akan menyediakan jaminan asuransi, disertai pengawalan angkatan laut, untuk memastikan jalur aman bagi tanker minyak dan kapal lain di kawasan tersebut.
Meski program itu diumumkan pada 3 Maret, narasi di pasar menyoroti belum adanya bukti kapal yang menggunakan fasilitas tersebut benar-benar melintas Hormuz, jalur sempit yang menjadi chokepoint bagi sekitar seperlima arus minyak dan gas dunia. Bessent menyatakan pasar minyak “well-supplied” dan pemerintah AS telah mengambil langkah untuk membuat pasokan yang “terdampar” di laut kembali tersedia bagi pasar global.
Komentar itu muncul di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak dan gas selama perang Iran dapat bertahan, bahkan setelah konflik mereda. Sejak perang dimulai pada 28 Februari, tanker komersial disebut sebagian besar menghindari melintasi Hormuz, sementara serangan Iran juga dilaporkan merusak infrastruktur pengilangan dan pemrosesan gas di kawasan, menambah risiko pasokan.
Bessent mengatakan lalu lintas tanker mulai meningkat dan berpotensi bertambah dalam beberapa hari ke depan. Ia juga menilai ekonomi AS lebih mampu menahan gangguan energi jangka pendek karena kebijakan yang mendorong peningkatan produksi minyak dan gas domestik, sekaligus menyebut publik AS bersedia menanggung volatilitas harga jangka pendek demi stabilitas jangka panjang.
Pemerintahan Trump disebut telah menempuh langkah untuk menahan harga dan meredakan kekhawatiran suplai, termasuk penerbitan waiver atas pembatasan pelayaran domestik tertentu dan pelepasan jutaan barel minyak dari cadangan darurat. Trump juga menyebut opsi lain seperti menangguhkan pajak bensin federal—yang umumnya memerlukan persetujuan Kongres—serta menyampaikan gagasan “mengambil alih” minyak Iran, tanpa memberikan rincian. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id