• Thu, Mar 12, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 March 2026 17:05  |

Bank Besar Proyeksikan Emas Tetap Kuat, Risiko “Higher-for-Longer” Mengintai

Sejumlah bank investasi global kini melihat tren kenaikan emas masih berpeluang berlanjut, namun dengan volatilitas yang lebih tinggi. Narasi besarnya sama: emas tetap didukung oleh kombinasi pembelian bank sentral, kebutuhan lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan, serta strategi diversifikasi aset. Di sisi lain, bank-bank juga menekankan bahwa jalur naik emas tidak akan mulus, karena risiko “higher-for-longer” bisa muncul bila inflasi bertahan—terutama dari sisi energi.

Dari kubu Goldman Sachs, Reuters melaporkan bank ini menaikkan proyeksi harga emas akhir 2026 menjadi $5.400/oz (dari $4.900), dengan alasan utama diversifikasi menuju emas oleh sektor swasta dan bank sentral emerging market, di tengah ketidakpastian makro. Goldman pada intinya melihat demand struktural masih kuat dan menopang reli emas lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Sementara itu, JPMorgan menegaskan bias bullish lebih agresif. Reuters menyebut JPMorgan menaikkan forecast jangka panjangnya ke $4.500/oz dan tetap mempertahankan target $6.300/oz untuk akhir 2026. JPMorgan menyoroti pendorong struktural: diversifikasi aset global, demand bank sentral dan investor yang terus meningkat, serta kondisi makro yang dinilai kondusif ketika ketidakpastian geopolitik tinggi dan pasar memasuki fase penyesuaian ekspektasi suku bunga.

Dari sisi HSBC, Reuters melaporkan bank ini melihat emas berpeluang mencapai $5.000/oz pada paruh pertama 2026, terutama karena risiko geopolitik dan meningkatnya kekhawatiran terkait beban utang. Namun HSBC juga memberi catatan bahwa reli setajam itu bisa memicu koreksi lebih dalam jika risiko geopolitik mereda atau jika The Fed berhenti melonggarkan kebijakan.

Citi mengambil posisi yang lebih seimbang: tetap konstruktif dalam jangka menengah, tapi memperingatkan sebagian pendorong risiko dapat memudar di paruh akhir 2026. Reuters menyebut Citi melihat alokasi emas masih ditopang kombinasi risiko geopolitik dan ekonomi, namun memperkirakan sebagian risiko itu bisa berkurang—yang artinya emas tetap kuat, tetapi jalurnya berpotensi lebih “bergelombang” ketika faktor ketidakpastian mulai mereda.

Dalam paket yang sama dengan pembaruan JPMorgan, Bank of America disebut melihat potensi emas menuju $6.000 dalam 12 bulan pada skenario bullish, menambah daftar proyeksi bank besar yang tetap mengarah ke level lebih tinggi. Ini mempertegas bahwa “konsensus jalan besar” bank-bank global saat ini masih condong bullish untuk emas, meski timing dan pemicunya bisa berbeda-beda.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai