AS Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan Venezuela, Tarik Investasi Energi dan Tambang
Pemerintahan Presiden Donald Trump secara resmi mengumumkan pemulihan hubungan diplomatik dengan Venezuela, tujuh tahun setelah operasi kedutaan AS di Caracas ditangguhkan. Pengumuman itu disampaikan ketika Menteri Dalam Negeri Doug Burgum masih dalam perjalanan pulang dari kunjungan dua hari ke Venezuela.
Langkah ini menandai puncak misi Burgum untuk mendorong reformasi kebijakan dan investasi yang ditujukan membuka kembali potensi minyak dan pertambangan Venezuela, dengan narasi bahwa arus modal asing dapat berjalan seiring dengan peningkatan stabilitas politik dan perbaikan kondisi hidup.
Burgum menggambarkan pendekatan tersebut sebagai upaya membangun hubungan “positif, kuat, dan langgeng” antara Caracas dan Washington. Ia mengatakan pemerintah Venezuela menyiapkan kerangka kerja yang, menurutnya, dapat menghasilkan “lebih banyak perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran” bagi warga Venezuela.
Dalam kunjungan itu, Burgum mengaku mendapat komitmen dari Presiden sementara Delcy Rodriguez untuk mendorong reformasi hukum pertambangan yang dinilai krusial guna menarik investasi asing. Ia juga memimpin penandatanganan kesepakatan yang memungkinkan Shell Plc memulai kembali pengembangan minyak dan gas dengan kontraktor Venezuela dan AS. Di sisi lain, sejumlah kesepakatan tambahan disebut tengah dirancang, termasuk rencana perusahaan tambang negara Venezuela menjual hingga 1.000 kilogram emas kepada Trafigura Group untuk kemudian diproses di kilang AS.
Meski antusiasme investor terlihat, kekhawatiran soal keberlanjutan arah kebijakan tetap muncul, terutama terkait keamanan dan tata kelola di wilayah tambang. Milisi bersenjata dan kelompok gerilya disebut menguasai deposit emas serta koltan, memunculkan risiko keamanan, isu HAM, dan kerusakan lingkungan yang menjadi hambatan bagi investasi skala besar. Burgum mengatakan pejabat Venezuela menjanjikan jaminan keamanan untuk proses uji tuntas di area tambang.
Di sisi kebijakan AS, Burgum menyebut Washington telah mulai mencabut sebagian sanksi yang membatasi operasi perusahaan AS di Venezuela, dimulai dari lisensi umum terkait penjualan dan produksi minyak. Pemerintah juga menyiapkan perluasan lisensi untuk aktivitas investasi pertambangan, pengiriman peralatan, hingga masuknya teknologi, sebagai bagian dari upaya membuka kembali akses perusahaan Barat ke sektor sumber daya Venezuela. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id