• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 November 2025 11:20  |

Kesepakatan Perang Ukraina Hampir Jadi-Tapi Siapa yang Diuntungkan?

Pejabat AS dan Ukraina mengatakan bahwa pembicaraan di Jenewa menunjukkan kemajuan dalam menyusun ulang rencana perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Rencana awal yang bocor sebelumnya menuai kritik karena dianggap terlalu menguntungkan Rusia-termasuk tuntutan agar Ukraina menyerahkan wilayah dan membatasi militernya. AS mengatakan draf tersebut kini telah direvisi dan terus diperbaiki.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa dokumen itu adalah “kerangka kerja yang hidup” dan terus berubah setiap hari. Rubio juga mengatakan bahwa pembicaraan terbaru dengan Ukraina adalah yang paling positif sejauh ini, meski tidak memberikan detail karena negosiasi masih berlangsung. Gedung Putih menyebut diskusi di Jenewa “sangat produktif” dan bahwa revisi baru sudah mencakup isu besar seperti keamanan, ekonomi, infrastruktur, dan kedaulatan Ukraina.

Namun rencana ini menimbulkan kebingungan dan kritik dari banyak pihak di AS dan Eropa. Sejumlah anggota Kongres mempertanyakan asal-usul rencana awal, yang mereka nilai terlalu mirip “keinginan Rusia.” Beberapa senator bahkan mengatakan mereka awalnya diberi tahu bahwa dokumen tersebut bukan rancangan resmi AS. Pemerintah kemudian meluruskan bahwa rencana itu disusun AS tetapi melibatkan masukan dari Rusia dan Ukraina.

Di sisi lain, tekanan politik terus meningkat. Presiden Trump mendesak agar kesepakatan dicapai sebelum Thanksgiving dan mengancam akan menghentikan bantuan jika Ukraina tidak menyetujui proposal tersebut. Namun pemerintahannya juga memberi sinyal bahwa rencana itu masih bisa dinegosiasikan. Ukraina sendiri menegaskan bahwa perjanjian apa pun harus sepenuhnya menghormati kedaulatan dan keamanan mereka.

Banyak pemimpin Eropa memperingatkan AS agar tidak memaksa Ukraina menerima konsesi yang menguntungkan Rusia. Mereka menegaskan bahwa menekan korban dan bukan agresor justru melemahkan keamanan global. Dana dan waktu dianggap semakin menipis bagi Ukraina, tetapi perdebatan besar masih berlangsung mengenai bagaimana mencapai perdamaian yang adil. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai