Trump Siap Dukung Sanksi Keras untuk Mitra Dagang Rusia
Presiden Donald Trump menyatakan siap mendukung rancangan undang-undang Senat yang akan memberikan sanksi berat kepada negara mana pun yang masih melakukan bisnis dengan Rusia. Pernyataan ini menjadi sinyal terkuat bahwa Trump mendukung dorongan berbulan-bulan dari Partai Republik dan sebagian Demokrat untuk memperketat tekanan ekonomi terhadap Moskow. RUU tersebut memungkinkan AS menerapkan tarif hingga 500% pada negara yang membeli energi Rusia dan tidak aktif mendukung Ukraina—termasuk China dan India sebagai target utama.
Senat sebelumnya telah menyiapkan dasar untuk membawa RUU ini ke pemungutan suara, meski tanpa batas waktu yang jelas. Trump juga membuka kemungkinan menambahkan Iran ke dalam daftar negara yang bisa dikenakan sanksi tambahan. Langkah ini mempertegas sikap Washington di tengah perang Rusia-Ukraina yang memasuki tahun keempat dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Di lapangan, Rusia terus meningkatkan serangan udara ke Ukraina dan berupaya merebut kota strategis Pokrovsk, sementara Ukraina memperluas serangan ke fasilitas minyak Rusia. Upaya Trump untuk mendorong pertemuan damai antara Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskiy sejauh ini belum menghasilkan kemajuan, termasuk setelah pertemuan puncak di Alaska.
Dampak ke Harga Minyak (Brent & WTI)
Sinyal sanksi baru terhadap negara yang membeli energi Rusia berpotensi mengganggu arus pasokan global, terutama jika China dan India—dua konsumen besar minyak Rusia—terdampak kebijakan tersebut. Pasar biasanya merespons dengan kenaikan harga Brent dan WTI karena ekspektasi pengetatan suplai. Namun, kenaikan bisa tetap terbatas jika pasar melihat bahwa implementasi sanksi tidak akan langsung terjadi atau ada celah ekspor alternatif bagi Rusia seperti shadow fleet dan rute Asia.(asd)
Sumber: Bloomberg.com