Trump Menandatangani RUU Anggaran, Mengakhiri Penutupan Pemerintah Terpanjang dalam Sejarah AS
Pada hari Rabu, Presiden Donald Trump menandatangani RUU pendanaan untuk mengakhiri penutupan pemerintah AS terpanjang dalam sejarah. Penutupan selama 43 hari ini telah menyebabkan banyak gangguan, termasuk menghentikan bantuan pangan untuk jutaan rumah tangga, membatalkan ribuan penerbangan, dan memaksa pekerja federal bekerja tanpa gaji. Keputusan ini memungkinkan pemerintah untuk mulai beroperasi kembali, dengan beberapa pekerja federal diperkirakan kembali bekerja pada hari Kamis.
Namun, meskipun penutupan telah berakhir, pemulihan penuh dari gangguan ini akan memakan waktu. Menteri Perhubungan Sean Duffy memperkirakan bahwa diperlukan waktu hingga seminggu untuk mengatasi pembatasan penerbangan di bandara-bandara besar. Proses pemulihan birokrasi yang terhambat juga diperkirakan akan memakan waktu lebih lama, mengingat tumpukan pekerjaan yang harus diselesaikan setelah hampir dua bulan tanpa operasi normal.
Penutupan pemerintah ini telah memberikan dampak besar pada ekonomi AS. Kantor Anggaran Kongres (CBO) memperkirakan bahwa penutupan selama enam minggu ini telah menurunkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS sekitar 1,5 poin persentase. Meskipun sebagian kerugian ini dapat dipulihkan pada awal tahun depan, pemerintah harus segera menangani masalah pengembalian gaji untuk pekerja federal dan melanjutkan berbagai program yang sempat terhenti.
RUU pendanaan yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan suara 222-209 ini juga mencakup pengembalian pekerja federal yang di-PHK selama penutupan. Namun, meskipun kesepakatan ini mengakhiri penutupan, perdebatan besar mengenai perpanjangan subsidi untuk asuransi kesehatan tetap tertunda. Para Demokrat menginginkan agar RUU ini mencakup perpanjangan subsidi Undang-Undang Perawatan Terjangkau (ACA), tetapi RUU yang disetujui hanya menyelesaikan masalah pendanaan sementara hingga 30 Januari.
Meskipun Partai Republik berhasil mendorong kesepakatan ini, mereka menghadapi kritik dari Demokrat yang merasa bahwa RUU ini tidak mencakup beberapa tuntutan penting mereka, terutama soal kesehatan. Pembicaraan mengenai perpanjangan ACA akan dilanjutkan dalam beberapa bulan mendatang, dengan kemungkinan bahwa isu ini akan kembali menjadi topik utama dalam diskusi kebijakan di Kongres.
Penutupan ini memang menimbulkan biaya ekonomi yang besar, termasuk biaya tambahan untuk administrasi, keterlambatan penerbitan data penting, dan biaya bagi individu yang tidak menerima gaji. Namun, dampak jangka panjang terhadap ekonomi AS mungkin tidak sebesar yang diperkirakan sebelumnya, meskipun tetap ada "luka" kecil yang ditinggalkan oleh gangguan tersebut. Sebagai tambahan, para pekerja federal yang terkena dampak akan menerima gaji tertunda, namun biaya yang lebih besar tetap ada karena penutupan ini tidak menghemat uang untuk pemerintah.(asd)
Sumber: Bloomberg