• Mon, Jun 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

22 June 2026 13:25  |

TOK! AS-Iran Sepakati Jalur Teknis Damai

Amerika Serikat dan Iran mencatat kemajuan dalam pembicaraan damai di Bürgenstock, Swiss pada Senin (22/06). Pembicaraan tersebut berfokus utama pada penyelesaian konflik, program nuklir Iran, dan upaya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal komersial. Mediator Qatar dan Pakistan menyebut pembicaraan tersebut menghasilkan kemajuan yang menggembirakan dan akan dilanjutkan ke tingkat teknis sepanjang pekan ini.

Wakil Presiden AS, JD Vance dan Menteri Luar Negeri, Iran Abbas Araghchi termasuk di antara peserta utama dalam pertemuan tersebut. Para pihak menyepakati peta jalan menuju kesepakatan akhir dalam 60 hari, sesuai memorandum yang sebelumnya ditandatangani Presiden AS Donald Trump. Periode ini menjadi ruang diplomasi untuk mengubah gencatan sementara menjadi kesepakatan yang lebih permanen.

Salah satu hasil penting dari pembicaraan adalah pembentukan jalur komunikasi antara Washington dan Teheran. Mekanisme ini ditujukan untuk mencegah insiden, mengurangi risiko salah perhitungan, dan memastikan kapal komersial dapat melintas aman melalui Selat Hormuz. Jalur ini penting karena Hormuz menjadi salah satu rute utama perdagangan energi global.

Para pihak juga sepakat membentuk mekanisme dekonfliksi yang melibatkan Lebanon. Tujuannya adalah membantu memastikan penghentian operasi militer dapat berjalan di wilayah tersebut. Isu Lebanon menjadi bagian penting dalam perundingan karena Iran mengaitkan stabilitas di sana dengan keberlanjutan kesepakatan yang lebih luas bersama AS.

Pasar merespons positif sinyal kemajuan tersebut. Harga minyak mentah berbalik melemah setelah sebelumnya sempat naik tajam. Brent turun sekitar 1,5% dan kembali diperdagangkan di bawah $80 per barel pagi tadi, karena investor menilai risiko gangguan pasokan melalui Hormuz mulai mereda.

Meski begitu, proses perundingan belum bebas risiko. Pertemuan sempat dimulai dalam situasi tidak pasti setelah media Iran melaporkan Teheran menghentikan pembicaraan akibat ancaman terbaru Trump. Presiden AS sebelumnya menyatakan akan kembali menyerang Iran jika Hizbullah terus menyerang Israel, sekaligus memperingatkan bahwa AS dapat mengenakan tol jika tidak ada kesepakatan.

JD Vance menegaskan bahwa pembicaraan ini baru menjadi awal dari negosiasi teknis dan belum akan menyelesaikan seluruh perbedaan. Isu yang masih harus dibahas mencakup kemampuan nuklir Iran, keringanan ekonomi bagi Teheran, sanksi AS, aset Iran yang dibekukan, serta mekanisme jaminan keamanan di Selat Hormuz.

Iran menyebut mediasi Qatar dan Pakistan telah menghasilkan kemajuan besar menuju penghentian perang di Lebanon. Araghchi juga menyatakan bahwa ekspor minyak dan petrokimia Iran mendapat keringanan, blokade dicabut, sebagian aset beku dilepaskan, serta rencana rekonstruksi dan pembangunan untuk Iran mulai dijalankan.

Namun, posisi Israel tetap menjadi variabel penting. Israel bukan pihak dalam pembicaraan yang menghasilkan kesepakatan sementara, tetapi konflik Israel-Hizbullah di Lebanon dapat menentukan apakah proses AS-Iran berjalan lancar. Iran menilai AS memiliki tanggung jawab langsung atas situasi di Lebanon dan tindakan militer Israel, sementara Israel menegaskan akan mempertahankan pasukan di wilayah perbatasan sampai ancaman Hizbullah dianggap mereda.

Lalu lintas kapal di Hormuz tetap menjadi indikator utama bagi pasar energi. Meski Iran sempat menyatakan jalur tersebut akan kembali ditutup, jutaan barel minyak dilaporkan masih terus melintas. Komando Pusat AS menyebut 55 kapal dagang dengan muatan lebih dari 17 juta barel minyak melewati selat tersebut pada Sabtu. Jika jalur komunikasi AS-Iran berjalan efektif dan arus kapal tetap aman, tekanan pada harga minyak dapat mereda; tetapi jika konflik Lebanon kembali meningkat atau Hormuz terganggu, premi risiko energi berpotensi kembali naik. (asd)

Sumber: Newsmaker.id 

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai