• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

27 October 2025 07:51  |

Fed Mau Turun Suku Bunga di Tengah Shutdown?

Perkembangan shutdown AS sekarang, Pemerintah federal Amerika Serikat masih shutdown dan ini sudah masuk minggu ke-4 sejak pendanaan pemerintah habis pada 1 Oktober 2025. Artinya banyak kantor federal non-esensial tutup, ratusan ribu pegawai dirumahkan tanpa gaji, dan sebagian layanan publik berjalan setengah mati. Negosiasi di Kongres masih buntu: kubu Partai Republik terpecah soal seberapa panjang perpanjangan dana darurat (stopgap funding), sementara Partai Demokrat menahan dukungan sampai ada jaminan soal subsidi kesehatan (ACA) yang mau habis akhir tahun. Akibatnya, belum ada jalan cepat untuk buka lagi pemerintahan, dan sekarang mereka bicara target kompromi baru sekitar akhir November, tapi itu juga belum pasti. Shutdown yang lama ini bikin tekanan politik tambah panas karena sama-sama saling salahkan. 

Lalu apakah The Fed masih bisa potong suku bunga walau shutdown?

Jawabannya: bisa. The Fed (bank sentral AS) pakai pendanaan sendiri, bukan dana anggaran tahunan yang lagi macet di Kongres, jadi secara operasional FOMC tetap rapat normal dan secara hukum mereka tetap boleh mengubah suku bunga walaupun pemerintah lagi shutdown. Fed saat ini justru diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sekitar 25 basis poin di pertemuan akhir bulan, karena mereka melihat ekonomi AS mulai melemah dan pasar tenaga kerja kelihatan melambat. Masalahnya: shutdown bikin banyak data ekonomi resmi (pekerjaan, inflasi, spending rumah tangga) tertunda rilis karena kantor statistik federal juga kena dampak. Jadi Fed lagi terbang "setengah buta": mereka ingin cut untuk jaga ekonomi, tapi mereka kurang data real-time untuk yakin seberapa parah pelemahannya. Itu bikin keputusan rate cut terasa lebih berisiko, tapi bukan berarti gak bisa dilakukan. 

Hubungan shutdown, suku bunga,  XAU, XAG, dan USD (dolar AS) ?

Secara pola, shutdown itu bikin ketidakpastian dan rasa takut soal ekonomi AS, jadi uang lari ke aset aman. Makanya, di fase awal shutdown ini emas sempat terbang ke rekor baru di atas $4.300/oz karena dua alasan:  demand safe haven naik, dan pasar makin yakin The Fed akan potong suku bunga, yang bikin imbal hasil dolar kelihatan kurang menarik dibanding emas.

Di saat yang sama, dolar AS sendiri sempat goyah karena pasar membaca: “Oke, ekonomi AS lagi kebentur politik dan Fed bakal lebih dovish,” jadi yield turun ekspektasinya dan daya tarik dolar sedikit melemah. 

Perak (XAG) biasanya ikut sentimen emas karena statusnya juga aset lindung nilai, tapi dia punya sisi industri. Artinya: kalau narasi pasar adalah “ekonomi AS melambat karena shutdown,” XAG bisa lebih volatile daripada emas. Tapi kalau narasinya balik ke “risk-on global”  misalnya optimisme deal dagang AS–Tiongkok yang bikin outlook pertumbuhan dunia kelihatan positif, emas dan perak bisa cepat terkoreksi karena orang cabut dari safe haven, sementara dolar AS bisa stabil lagi atau bahkan menguat kalau yield AS ikut naik. Kita udah lihat skenario itu beberapa hari terakhir: ketika kabar deal dagang AS–Tiongkok makin positif, saham dunia dan komoditas siklikal kayak minyak dan tembaga naik, sementara emas dan perak langsung dibanting profit taking.

Kesimpulan praktis buat trader :

Selama shutdown belum kelar dan Fed masih condong ke rate cut, bias dasarnya masih pro-emas/pro-perak dan cenderung bikin dolar AS rapuh, karena cerita besarnya adalah “ketidakpastian politik, ekonomi melambat dan suku bunga turun.” Tapi rally emas/perak nggak lurus ke atas: kapan pun tensi global reda (contoh: damai dagang AS–China, sentimen risiko balik), pasar bakal pindah lagi ke saham/komoditas growth, dan logam mulia bisa langsung turun cepat. Jadi arahnya XAU/XAG sekarang sangat sensitif ke dua headline: apakah shutdown AS cepat diselesaikan atau tambah lama, dan apakah Fed benar-benar motong suku bunga se-agresif ekspektasi pasar. Kalau dua-duanya pro-risiko (shutdown mau beres + Fed nggak sedovish itu), emas/perak rawan koreksi dan dolar bisa napas.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai