• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

14 October 2025 12:47  |

Emas & Dolar Kok Kompak Naik, Ada Apa di Pasar Global?

Pasar global dikejutkan oleh pergerakan tak biasa hari ini, ketika harga emas dan dolar AS sama-sama menguat secara bersamaan, padahal kedua aset ini umumnya memiliki hubungan berlawanan arah. Kenaikan keduanya mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik yang sedang melanda Amerika Serikat serta situasi geopolitik global.

Biasanya, dolar AS yang kuat akan menekan harga emas karena logam mulia itu dihargakan dalam mata uang dolar. Namun kali ini, dinamika pasar menunjukkan pola yang berbeda. Harga emas dunia melonjak di atas US$4.160 per troy ons, sementara indeks dolar (DXY) juga menguat mendekati 100 , level tertinggi dalam dua minggu terakhir.

Analis menilai pergerakan ini terjadi akibat meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko makroekonomi, termasuk kebuntuan politik di Washington yang masih belum menemukan solusi untuk government shutdown serta ancaman perlambatan ekonomi global. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar melakukan “flight to safety”, yaitu langkah kolektif untuk masuk ke aset yang dianggap paling aman: emas dan dolar AS.

“Investor global sedang menumpuk dolar untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek, namun di saat yang sama membeli emas untuk melindungi nilai dari risiko inflasi dan ketidakpastian fiskal AS,” jelas analis komoditas senior dari Bloomberg, Michael Ferris. “Kombinasi dua faktor ini yang membuat keduanya naik bersamaan.”

Faktor lain yang turut mendorong fenomena ini adalah sikap hati-hati Federal Reserve. Pasar masih menebak-nebak apakah bank sentral AS akan memangkas suku bunga di akhir Oktober atau menundanya karena inflasi masih tinggi. Ketidakpastian arah kebijakan inilah yang membuat investor tidak berani mengambil risiko di aset berimbal hasil tinggi seperti saham dan obligasi korporasi.

“Selama The Fed belum menunjukkan arah yang pasti, investor cenderung bertahan di zona aman. Dolar dibeli untuk kekuatan likuiditasnya, sementara emas untuk perlindungan nilai jangka panjang,” tulis laporan Reuters.

Selain faktor AS, ketegangan di Timur Tengah dan berlanjutnya perang Ukraina–Rusia juga memperkuat permintaan terhadap aset safe haven. Investor global memindahkan dana dari pasar saham dan aset kripto ke emas dan dolar, menekan indeks saham global dan memperkuat tren risk-off.

Fenomena naiknya emas dan dolar secara bersamaan ini menandakan bahwa pasar sedang menghadapi fase ketidakpastian ekstrem. Keduanya kini menjadi “tempat berlindung” bagi dana global di tengah ketegangan politik, inflasi tinggi, dan ancaman resesi global yang terus membayangi.

“Ketika dunia tak tahu harus percaya pada apa, investor percaya pada dua hal: nilai dolar dan kilau emas,” ujar seorang analis pasar dari New York Mercantile Exchange.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai