Emas Jadi Pelarian, Tembus $3.800 Ditengah Kecemasan Pasar
Harga emas melonjak tajam pada perdagangan Senin (29/09/2025), menembus level $3.800 per troy ounce untuk pertama kalinya tahun ini. Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi government shutdown di Amerika Serikat yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi dan memperlambat pengambilan keputusan penting oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Investor semakin waspada karena belum ada kesepakatan anggaran antara Gedung Putih dan Kongres, sementara tenggat waktu penutupan pemerintahan tinggal hitungan jam. Jika shutdown benar terjadi, data ekonomi penting seperti laporan tenaga kerja (NFP) bisa tertunda. Ini membuat pasar kehilangan panduan utama dalam membaca arah kebijakan The Fed — situasi yang mendorong pelarian modal ke aset lindung nilai seperti emas.
Kondisi makin rumit dengan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Pasar menilai ada peluang bank sentral akan bersikap lebih dovish jika ekonomi melambat. Dengan suku bunga yang berpotensi turun, imbal hasil obligasi ikut merosot dan memperkuat daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga tapi stabil nilainya.
Di saat yang sama, dolar AS juga tertekan. Indeks dolar (DXY) tercatat melemah terhadap mayoritas mata uang utama dunia, membuat emas menjadi lebih murah dan menarik bagi pembeli global. Kombinasi faktor politik, moneter, dan teknikal inilah yang saat ini mendorong harga emas terus meroket di pasar global.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id