DXY Turun ke 96, Pasar Fokus ke Data Inflasi Inti PCE
Indeks dolar AS (DXY) melemah pada perdagangan Selasa, terkoreksi sekitar 0,1% ke level 96,88 setelah sebelumnya mencatat tiga hari penguatan berturut-turut. Pelemahan ini terjadi seiring pasar mencerna komentar beragam dari pejabat Federal Reserve (The Fed) terkait arah kebijakan suku bunga ke depan.
Secara umum, pelaku pasar menilai dolar kehilangan momentum setelah komentar dari dua pejabat penting The Fed memunculkan perbedaan pandangan. Alberto Musalem menekankan perlunya pemangkasan suku bunga secara hati-hati untuk tetap menjaga lapangan kerja dan mengendalikan inflasi. Sementara itu, Stephen Miran menyebut kemungkinan pemangkasan lebih dalam diperlukan untuk mendorong pertumbuhan, jika data ekonomi melemah lebih jauh.
Keragaman sinyal ini membuat investor bersikap defensif. Akibatnya, dolar tertekan terhadap mata uang utama lainnya, dengan euro menguat 0,44% dan franc Swiss naik 0,38%. Kondisi ini menunjukkan investor global mulai melirik alternatif, terutama mata uang Eropa, di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter AS.
Meski demikian, pelaku pasar masih menahan diri karena belum ada data ekonomi besar yang dirilis. Sorotan kini tertuju pada laporan inflasi inti PCE yang dijadwalkan pada akhir pekan. Data tersebut dianggap penting sebagai acuan The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter berikutnya.
Dari sisi teknikal, indeks dolar bergerak di rentang 96,80 – 97,00, dengan support terdekat di 96,00 dan resistance di 97,50. Jika pelemahan berlanjut, DXY berpotensi menguji level support, sementara penguatan baru bisa terjadi apabila komentar The Fed atau data inflasi mendukung outlook yang lebih hawkish.
Investor juga menanti pidato Ketua The Fed Jerome Powell dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan Powell akan menjadi kunci apakah pasar kembali memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga tambahan atau sebaliknya, mempertegas sikap hati-hati bank sentral.
Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, analis menilai volatilitas dolar bisa meningkat dalam beberapa hari mendatang, seiring investor global mencari petunjuk lebih jelas dari The Fed.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id