Kemana Arah Pemangkasan Suku Bunga AS Pasca Rilis Data Inflasi PPI dan CPI ?
Prospek pemangkasan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) semakin menguat setelah rilis data inflasi produsen (PPI) dan konsumen (CPI) pekan ini menunjukkan tren moderat. Meski inflasi masih berada di atas target 2%, pelemahan di pasar tenaga kerja serta penurunan tak terduga pada PPI memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS akan segera memangkas suku bunga.
Sejumlah analis memperkirakan langkah pemangkasan akan dimulai pada pertemuan di 16-17 September mendatang. Reuters melaporkan, pasar obligasi telah memperkirakan peluang pemangkasan sebesar 25 basis poin (bps) hampir pasti terjadi. Bank of America melihat dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, sementara Barclays lebih agresif dengan proyeksi tiga kali pemangkasan berturut-turut pada September, Oktober, dan Desember.
Meski demikian, sebagian besar ekonom menilai The Fed tidak akan terburu-buru mengambil langkah besar. Analis dari Morgan Stanley dan Goldman Sachs menekankan bahwa pemangkasan kecil lebih mungkin dilakukan, kecuali jika data inflasi ke depan menunjukkan pelemahan yang jauh lebih tajam. Inflasi inti yang masih tinggi juga menjadi faktor penahan bagi langkah yang terlalu agresif.
Jika The Fed benar-benar memangkas suku bunga, dampaknya diperkirakan akan melemahkan dolar AS karena imbal hasil turun, sekaligus mendorong kenaikan harga emas dan perak sebagai aset lindung nilai non-bunga. Sementara itu, minyak mentah berpotensi menguat karena biaya pinjaman yang lebih rendah dapat meningkatkan prospek permintaan energi global, meski tetap dibayangi oleh isu kelebihan pasokan dari OPEC+ dan proyeksi surplus IEA.
Dengan kondisi ini, pasar global kini menunggu keputusan resmi The Fed dalam pertemuan bulan ini. Skenario paling kuat adalah pemangkasan ringan sebesar 25 bps, yang dapat diikuti oleh langkah serupa pada kuartal IV, seiring The Fed berupaya menjaga keseimbangan antara menekan inflasi dan menopang pertumbuhan ekonomi.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id