Ketegangan Rusia–Ukraina Dongkrak Sentimen Pasar Minyak Global
Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (2/9), terdorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Eropa Timur. Brent tercatat naik 0,47% ke level US$68,47 per barel, sementara WTI melonjak 0,59% ke US$64,97 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh laporan serangan drone Ukraina yang melumpuhkan fasilitas pengolahan minyak Rusia, memicu kekhawatiran gangguan pasokan global.
Meski demikian, prospek jangka menengah hingga panjang masih dibayangi oleh surplus pasokan. Lonjakan produksi dari Amerika Serikat dan negara produsen lain menahan laju harga, bahkan sempat membuat Brent turun ke kisaran US$67,18 pada awal pekan. Goldman Sachs memperkirakan surplus global bisa mencapai 1,8 juta barel per hari hingga 2026, yang berpotensi menekan harga Brent ke level US$50-an.
Dari sisi teknikal, pergerakan Brent menunjukkan momentum bullish kuat dengan mayoritas indikator memberikan sinyal “strong buy”. Resistance terdekat berada di kisaran US$68,80, namun indikator RSI mulai mendekati level overbought, mengindikasikan peluang koreksi jangka pendek sebelum harga berpotensi melanjutkan kenaikan.
Secara keseluruhan, harga minyak pagi ini ditopang oleh sentimen geopolitik yang memanaskan pasar energi, meski ancaman surplus pasokan global tetap menjadi faktor penahan kenaikan lebih lanjut.(mrv)
Sumber : Newsmker.id