Sinyal The Fed Bisa Angkat Harga ke Atas $3.700 ?
Harga emas dunia terkoreksi tipis dari puncak dua minggu pada perdagangan Senin (25/8), turun sekitar 0,2% ke level US$3.364,29 per ounce.
Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar AS yang membuat emas relatif lebih mahal bagi pembeli non-dolar. Namun, secara fundamental, prospek emas masih solid. Investor menilai peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan September mencapai 87%, setelah sinyal dovish yang disampaikan Ketua The Fed Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole.
Sejumlah bank besar pun semakin percaya diri dengan outlook jangka menengah: RBC memproyeksikan harga emas berpotensi mencapai US$3.722 pada akhir 2025, bahkan menembus US$3.813 pada pertengahan 2026, sementara Goldman Sachs memasang target optimis di kisaran US$3.700–4.000.
Secara teknikal, tren emas masih menunjukkan bias positif meski sempat alami konsolidasi. Indikator RSI dan MACD di pasar Asia mengindikasikan momentum bullish, support kuat di sekitar US$3.245 dan resistance di US$3.435.
Jika resistance ini berhasil ditembus, ruang kenaikan lebih lanjut terbuka hingga ke target US$3.735. Dengan kombinasi faktor fundamental dovish The Fed dan proyeksi bullish dari lembaga keuangan besar, emas tetap berada di jalur positif sebagai aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian global.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id