Simposium Jackson Hole Jadi Penentu Arah Emas Selanjutnya
Harga emas bergerak stabil pada perdagangan hari Kamis(21/8), dengan spot gold melemah tipis sekitar 0,3% ke kisaran US$3.337–3.338 per ons. Pelaku pasar menahan langkah besar menjelang pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, di simposium Jackson Hole, yang diyakini akan memberikan arahan penting terkait arah suku bunga AS. Saat ini, probabilitas pemangkasan suku bunga pada September masih tinggi, mencapai sekitar 85%, namun belum ada konsensus jelas di internal FOMC mengenai seberapa agresif langkah tersebut akan dilakukan. Kondisi ini membuat emas masih bergerak dalam fase konsolidasi, dengan potensi rebound menuju US$3.400 apabila sinyal dovish muncul, atau sebaliknya melemah ke US$3.300 jika Powell menegaskan sikap hati-hati.
Dari sisi jangka menengah, tren emas tetap positif. Permintaan kuat dari bank sentral serta aliran dana masuk ke ETF emas menjadi motor penggerak harga. Sejumlah lembaga keuangan besar pun semakin optimis, dengan Goldman Sachs menaikkan target harga emas ke US$3.700 pada akhir 2025, bahkan berpotensi menyentuh US$4.000 pertengahan 2026. UBS juga memperkirakan harga emas mencapai US$3.600 pada Maret 2026 dan US$3.700 pada September 2026.
Secara teknikal, emas masih bergerak sideways di area netral. Level support terdekat berada pada US$3.325–3.330, sementara resistance terdekat di kisaran US$3.346–3.351. Indikator RSI di level 49 menandakan pasar masih dalam fase tunggu, tanpa dominasi bullish maupun bearish. Namun, tren jangka panjang tetap terjaga bullis dengan ruang kenaikan menuju US$3.500 jika momentum pembelian kembali menguat.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id