Dovish Vibes Dorong Emas, Waspadai Jika PPI Hawkish
Harga emas masih mempertahankan penguatannya, ditopang harapan pemangkasan suku bunga The Fed pada September dan pelemahan dolar yang menjaga daya tarik aset tanpa bunga. Hingga sesi Asia pagi ini, spot gold bergerak di kisaran US$3.357,65/oz, sementara futures Desember berada dekat US$3.406,80. Analis menilai penembusan yang konsisten di atas US$3.400 berpotensi memicu reli lanjutan, dengan dukungan dari yield Treasury yang cenderung lebih rendah.
Ekspektasi pelonggaran makin kuat setelah serangkaian data inflasi AS yang jinak, disusul komentar Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang mendorong opsi pemotongan 50 bps pada pertemuan berikutnya. Proyeksi lembaga keuangan besar pun mengarah ke beberapa kali penurunan suku bunga hingga 2026, mengonfirmasi pandangan bahwa kebijakan moneter beralih ke arah yang lebih longgar. Kombinasi ini menekan indeks dolar ke area terendah multi-minggu dan menjadi angin pendorong bagi logam mulia.
Meski demikian, pergerakan intraday emas tetap sensitif terhadap dinamika DXY jelang rilis Producer Price Index (PPI) dan data AS lain yang menjadi penentu arah The Fed. Pada satu titik, dolar sempat memantul dari pelemahan harian, memangkas sebagian kenaikan emas—menandakan pasar masih data-dependent. Jika PPI kembali lunak, peluang uji ulang area US$3.400 terbuka; sebaliknya, kejutan hawkish berisiko memicu koreksi ke penopang terdekat.
Di luar faktor makro AS, pasar juga memantau arus safe haven dan kinerja logam mulia lain: perak berada di sekitar US$38,5/oz, sedangkan platinum dan palladium bergerak bervariasi. Untuk saat ini, bias emas cenderung positif selama dolar tidak pulih tajam dan imbal hasil obligasi tetap tertekan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id