Jepang Tunjukkan Sinyal Hawkish, Dolar AS Hadapi Tekanan Baru
BoJ mempertahankan suku bunga di 0.5%, sambil mengubah nada kebijakan menjadi lebih optimis setelah kesepakatan dagang AS–Jepang. Inflasi inti Jepang direvisi naik dari 2.2% menjadi 2.7% untuk tahun fiskal 2025/26.
Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga akhir tahun 2025, meski keputusan tetap bergantung pada perkembangan data inflasi dan konsumsi.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga di AS meningkat, setelah data tenaga kerja melemah dan spekulasi bahwa Fed akan memotong suku bunga bulan depan. Hal ini menekan indeks dolar AS dan memberi ruang untuk yen menguat.
Perbedaan yield obligasi AS dan Jepang tetap menjadi driver utama. Karena yield AS yang tinggi sementara BoJ relatif tetap dovish, USD/JPY masih didukung kinerja dolar yang lebih kuat.
Sentimen melemahnya dolar AS dan potensi hawkish BoJ memberikan momentum penguatan bagi yen, sehingga USD/JPY berpotensi terkoreksi atau mendatar.
Secara jangka panjang, USD/JPY masih dalam tren naik tahun 2025, Resistance utama berikutnya berada di sekitar 156.97 – 161.81; support tertinggi di 145.84, lalu turun ke 139.73 dan 136.72.
Untuk perdagangan intraday, amati support di 145.84. Penutupan di bawah itu bisa membuka peluang short menuju 142.66. Sebaliknya, penembusan ke atas 150.90 dapat memberikan momentum long menuju 151.22.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id