Emas Melayang di Tengah Bayang-Bayang Tarif Trump dan Volatilitas Global
Harga emas rebound dari level terendah sebulan setelah masyarakat kembali khawatir terhadap tarif impor AS yang sudah mencapai batas akhir di hari ini (Brazil, India, Korea Selatan). Ketegangan ini memperkuat permintaan safe-haven untuk emas.
Walaupun ekspektasi penurunan suku bunga AS melambat, emas tetap mendapat dukungan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketegangan perdagangan.
Meskipun sebagian besar bank sentral tetap agresif membeli emas, terjadi penurunan volume pembelian dari Q1 ke Q2 2025 ([] dari 243 ton ke 166 ton), yang memberi tekanan pada momentum pertumbuhan harga.
Dari sisi analis menurut Reuters poll, harga emas diproyeksikan tetap di atas USD 3.000/oz dengan rata-rata target USD 3.220 pada akhir 2025, dan potensi mencapai USD 3.400 di 2026 jika risiko fiskal AS dan geopolitik memburuk.
Resistance terdekat berada di USD 3.300–3.318–3.330; breakout ke atas membuka potensi ke USD 3.350–3.400. Sementara Support utama berada di sekitar USD 3.250–3.267. Penembusan kebawah level tersebut bisa membawa harga ke USD 3.200–3.220.
Untuk saat ini Harga emas bertahan di atas support utama, sementara rebound didukung oleh permintaan safe-haven. Breakout ke atas USD 3.330 bisa membuka jalur menuju USD 3.350–3.400. Sebaliknya, jika harga turun di bawah USD 3.250, risiko koreksi menuju USD 3.220–3.200 akan meningkat.(mrv)
Sumber : Newsmker.id