Awas Koreksi Sebelum Kembali Menguat
Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya pada kisaran 4.25–4.50% pada akhir bulan ini, dengan sinyal pelonggaran mungkin terjadi pada kuartal keempat 2025. Sementara itu, dolar AS menunjukkan sedikit enguatan, yang umumnya mendukung harga emas karena logam ini dihargakan dalam dolar.
Kesepakatan dangang yang semakin dekat di awal bulan Agustus nanti juga menjadi salah satu alasan kuat yang membuat emas menjauh dari area rekornya. Setelah Jepang, Uni Eropa diperkirakan juga akan mencapai kesepakatan dagang dengan Amerika dengan pemberian tarif sebesar 15% untuk benua biru tersebut yang membuat banyak analis serta ekonom diluar sana memperkirakan bahwa bulan Agustus nanti akan menjadi titik akhir perang dagang Amerika serikat dengan para mitra dagangnya.
Tren klaim pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan dalam beberapa minggu terakhir telah memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi. Hal ini mendukung imbal hasil obligasi pemerintah AS dan Dolar AS, yang keduanya biasanya bearish untuk aset non-imbal hasil seperti Emas.
Sementara itu, data Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P Global untuk bulan Juli menunjukkan kinerja sektor yang berbeda. PMI Manufaktur turun tajam menjadi 49,5, memasuki wilayah kontraksi dan meleset dari perkiraan 52,5. Sebaliknya, PMI Jasa melonjak menjadi 55,2 (dibandingkan dengan perkiraan 53,0), mendorong PMI Komposit menjadi 54,6 dari 52,9, menunjukkan pertumbuhan yang kuat di sektor jasa. Dengan latar belakang ini, pasar semakin mempertimbangkan prospek lingkungan perdagangan global yang lebih stabil.
Menurut CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 60% pada bulan September, dengan probabilitas 38% bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah pada pertemuan yang sama.
Emas hari ini berada dalam posisi teknikal yang kuat namun hati-hati. Secara fundamental, logam mulia ini masih diburu sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian global dan ekspektasi pelonggaran suku bunga. Namun secara teknikal, pasar masih menunggu konfirmasi breakout atau breakdown. Trader dan investor disarankan untuk memperhatikan level-level kunci dan menyesuaikan strategi dengan perkembangan makroekonomi.
Rekomendasi teknikal : ika harga breakout di atas $3.400, target berikutnya bisa ke $3.525–3.600. namun Jika gagal bertahan di atas $3.300, bisa turun menuju $3.245 atau bahkan $3.120.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id