Permintaan Melonjak, Pasokan Krisis: Apakah Kenaikan Perak Akan Kalahkan Emas?
Pergerakan harga perak pagi ini masih cenderung berkonsolidasi di antara area $37-$38 pada pembukaan pasar Asia. Ada beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong harga perak untuk terus bergerak naik terkait dari permintaan dan energi terbarukan.
Kondisi pasar global pada perak saat ini menunjukkan defisit pasokan perak selama lima tahun berturut-turut, dengan estimasi kekurangan mencapai 149 juta ons pada tahun ini. Meski produksi tambang meningkat, lonjakan permintaan dari sektor industri tidak terbendung.
Kebutuhan perak terbesar berasal dari industri energi terbarukan dan kendaraan listrik, di mana panel surya menggunakan hampir 200 juta oz perak per tahun, dan mobil listrik memerlukan lima kali lipat lebih banyak perak dibanding mobil biasa.
Tak hanya itu, pertumbuhan pesat sektor AI, semikonduktor, dan perangkat digital turut mendorong permintaan logam ini. Investor juga mulai kembali melirik perak sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian global, termasuk ketegangan geopolitik dan inflasi yang belum mereda.
Dari sisi teknikal, harga perak pagi ini diperdagangkan di kisaran US$38, dengan support kuat di area US$37.60 dan resistance terdekat di US$38.40. Indikator RSI menunjukkan kekuatan beli masih mendominasi, meskipun ada potensi konsolidasi jangka pendek.
Analis memperkirakan, jika harga mampu menembus level US$38.40–39.00, perak berpotensi menguat hingga US$40–41 dalam waktu dekat. Namun, koreksi sehat dapat terjadi mengingat harga sempat naik tajam selama dua pekan terakhir.
“Rasio emas-perak yang masih tinggi menunjukkan perak belum mencapai valuasi wajarnya. Ini bisa jadi peluang menarik bagi investor jangka menengah,” ujar analis pasar dari Gainesville Coins, Kamis pagi.
Sementara itu, laporan dari FXEmpire mencatat sinyal teknikal jangka pendek masih bervariasi, namun tren mingguan tetap mendukung arah naik (bullish trend).
Kombinasi antara defisit suplai, permintaan industri yang terus naik, dan ketertarikan investor terhadap aset logam mulia menjadi penggerak utama harga perak saat ini. Meski ada peluang koreksi teknikal jangka pendek, outlook jangka menengah hingga panjang tetap positif.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id