• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

11 December 2024 20:21  |

Amerika Terapkan Pembatasan Perdagangan untuk Perusahaan China dan Rusia

Amerika Serikat pada Selasa (10/12) mengumumkan pembatasan perdagangan terhadap delapan perusahaan, termasuk dua perusahaan China dan beberapa dari Rusia, atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia.

Perusahaan-perusahaan berbasis di China yang diidentifikasi termasuk Zhejiang Uniview Technologies. Para pejabat Amerika menuduh perusahaan itu memungkinkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia seperti pengawasan terhadap warga Uighur dan kelompok etnis serta agama minoritas lainnya.

Perusahaan lain yang disebutkan oleh Departemen Perdagangan Amerika adalah Beijing Zhongdun Security Technology Group. Perusahaan itu disebut mengembangkan dan menjual produk yang memungkinkan otoritas keamanan publik melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Bisnis-bisnis tersebut ditambahkan ke "daftar entitas", yang mengharuskan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk memiliki izin sebelum mengekspor ke mereka.

“Pelanggaran hak asasi manusia bertentangan dengan kepentingan kebijakan luar negeri Amerika Serikat,” kata Wakil Menteri Perdagangan untuk Industri dan Keamanan Alan Estevez dalam sebuah pernyataan.

Menambahkan perusahaan-perusahaan ini ke dalam daftar entitas bertujuan untuk “memastikan bahwa teknologi Amerika tidak digunakan untuk memungkinkan terjadinya pelanggaran dan penyelewengan hak asasi manusia,” tambahnya.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada Rabu bahwa sanksi tersebut merupakan “penindasan terbuka dan tanpa rasa takut terhadap perusahaan teknologi tinggi China dengan dalih hak asasi manusia”.

“Hal ini semakin mengungkap kepalsuan bahwa Amerika melindungi hak asasi manusia, dan kenyataan bahwa Amerika merampas hak pembangunan rakyat China. Strategi seperti itu tidak akan pernah berhasil,” kata Mao Ning pada konferensi pers rutin.

“Jika Amerika Serikat benar-benar peduli terhadap hak asasi manusia, mereka harus terlebih dahulu menambal utang hak asasi manusianya.”

Seorang pria yang menjawab panggilan ke nomor ponsel yang terkait dengan Beijing Zhongdun pada Rabu langsung menutup telepon setelah seorang reporter AFP mengidentifikasi dirinya.

Panggilan ke dua nomor telepon yang terkait dengan Zhejiang Uniview tidak dijawab.

Pemerintah Amerika dan anggota parlemen di beberapa negara Barat lainnya mengecam perlakuan China terhadap minoritas Uighur di wilayah barat laut Xinjiang.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan setidaknya satu juta orang, sebagian besar anggota minoritas Muslim, telah dipenjara di wilayah tersebut dan menghadapi berbagai pelanggaran – sementara Beijing dengan keras membantah tuduhan tersebut.

Sumber : VOA

Related News

ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Biden Memperketat Kontrol Teknologi Terhadap Tiongkok Seirin...

Pemerintahan Biden mengumumkan pada hari Senin (2/12) serangkaian pembatasan yang telah lama dinantikan terhadap ekspor chip ...

2 December 2024 23:39
ANALYSIS & OPINION

Lombardelli dari BoE: Saya Mendukung Penghapusan Pembatasan ...

Wakil Gubernur Bank of England (BoE) untuk Kebijakan Moneter Clare Lombardelli mengatakan pada hari Senin (25/11), "Saya mend...

25 November 2024 20:00
ANALYSIS & OPINION

Adachi, BoJ: Tidak Ada Langkah yang Pasti dalam Hal Kenaikan...

Anggota dewan Bank of Japan (BoJ), Seiji Adachi, kembali hadir pada hari Rabu, mengomentari prospek suku bunga dan nilai tuka...

16 October 2024 18:42
BIAS23.com NM23 Ai