Minyak Tergelincir, Pasokan Melonjak Bikin Pasar Waspada
Harga minyak turun untuk hari kelima berturut-turut, penurunan terpanjang sejak awal Agustus. Tekanan muncul karena sinyal bahwa pasokan global akan meningkat dan berpotensi menciptakan surplus pada kuartal keempat hingga tahun 2026. Brent kini mendekati $66 per barel, sementara WTI bergerak di sekitar $62.
Salah satu faktor penekan harga datang dari Irak, yang diperkirakan akan segera melanjutkan ekspor minyak melalui Kurdistan setelah tertunda dua tahun akibat sengketa pembayaran. Langkah ini berpotensi menambah sekitar 230.000 barel per hari ke pasar internasional, memperkuat sentimen bearish di tengah meningkatnya produksi global.
Dari sisi geopolitik, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mendorong sekutu Barat untuk segera menjatuhkan sanksi sekunder pada Rusia, mengikuti desakan Presiden AS Donald Trump agar Eropa menghentikan impor energi Moskow. Namun, AS tetap menghindari tekanan lebih lanjut pada Tiongkok, yang merupakan pembeli terbesar minyak Rusia.
Harga minyak brent saat artikel ini ditulis adalah $66.14
- Beli jika harga bergerak dalam kisaran $66.24
- Jual jika harga bergerak dalam kisaran $66.04
Resistance 2: $66.54
Resistance 1: $66.39
Support 1: $65.89
Support 2: $65.74
Disclaimer :
Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id