Risiko Timur Tengah Angkat Brent
Minyak Brent menguat pada perdagangan Rabu (25/2) dan bertahan dekat level tertinggi ~7 bulan, seiring pasar memasang risk premium jelang putaran ketiga pembicaraan nuklir AS–Iran di Jenewa (Kamis). Kekhawatiran utamanya: kalau tensi memburuk, potensi gangguan pasokan di Timur Tengah—terutama jalur strategis seperti Selat Hormuz—bisa membuat harga cepat “spike”.
Namun, reli Brent tetap “ketat” karena pasar juga dihantui faktor penahan: data stok minyak AS yang melonjak menurut API (meski bensin & distilat turun) memunculkan sinyal pasokan jangka pendek masih longgar, dan pelaku pasar menunggu konfirmasi dari rilis resmi EIA. Jadi, arah Brent saat ini lebih ditentukan tarik-menarik antara headline geopolitik (yang mengangkat) dan data inventory (yang menahan).(alg)
Harga minyak pada saat analisis ini adalah $71.17
- Beli jika harga bergerak di bawah $71.26
- Jual jika harga bergerak di bawah $70.08
Resistensi 2: $71.53
Resistensi 1: $71.35
Dukungan 1: $710.99
Dukungan 2: $70.81
Penafian:
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap mempengaruhi pengaruh perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id