Dolar & Yield Jadi Biang Kerok, Logam Mulia Susah Stabil
Pergerakan emas pekan (Lalu) penuh drama dan balik arah cepat. Tekanan jual muncul setelah muncul kabar pencalonan Kevin Warsh sebagai kandidat ketua Federal Reserve berikutnya, yang bikin sentimen pasar goyah dan ikut menyeret aset berisiko, logam mulia ikut ketekan. Emas spot sempat turun dalam sekitar 4% ke area $4.660 per ons, bahkan sempat menyentuh titik terendah di kisaran $4.402, setelah sebelumnya harga sudah “kehilangan” hampir 10% dari puncak rekor mendekati $5.600 per ons.Begitu harga jatuh terlalu dalam, pemburu harga murah (dip-buyers) langsung masuk dan memicu pantulan tajam. Emas sempat memantul lebih dari 7% dari level terendahnya.
Namun setelah pantulan besar itu, ritme pasar berubah jadi lebih “ngambang” dan choppy. Emas beberapa kali berusaha balik ke area psikologis $5.000 per ons, tapi bolak-balik ketahan karena trader mulai ambil untung dan pasar belum melihat katalis baru yang cukup kuat. Pergerakan harian juga cenderung lebar, dengan emas berfluktuasi di rentang sekitar $4.855–$5.092, menunjukkan pasar masih sensitif dan belum benar-benar tenang.
Pemulihan yang sempat terlihat mulai rapi kemudian “patah” lagi ketika tekanan jual balik muncul. Sentimen pasar masih gampang berubah karena kombinasi penguatan dolar, perubahan ekspektasi yield, dan ketidakpastian arah kebijakan The Fed di bawah kepemimpinan baru hasilnya, harga jadi gampang kebawa arus dua arah.
Menjelang penutupan pekan, emas kembali melesat lebih dari 3% dan berpeluang menutup minggu dengan kenaikan yang solid. Pergerakan sesi terakhir sangat volatil: emas sempat turun ke low tiga hari di sekitar $4.655, lalu berbalik tajam dan menghapus penurunan itu, terutama saat dolar AS melemah dan dip-buyers kembali agresif.
Di pasar minyak, Brent juga bergerak liar dan sangat “headline-driven”. Harga sempat jatuh lebih dari 4,5% dalam satu sesi penurunan harian terdalam dalam lebih dari enam bulan setelah premi risiko geopolitik mereda. Pernyataan bahwa Washington sedang membuka jalur negosiasi dengan Iran ikut menenangkan kekhawatiran gangguan pasokan jangka pendek, sehingga Brent mundur dari puncak sekitar $69,6 yang tercapai sebelumnya.
Setelah itu, Brent sempat memantul karena pelaku pasar menilai ulang peluang negosiasi nuklir AS–Iran, tapi arahnya tetap rapuh karena ketidakpastian pembicaraan dagang dan perubahan sentimen geopolitik yang cepat. Ketika muncul sinyal pembicaraan nuklir berisiko macet, premi risiko sempat naik lagi dan Brent mendekati area $70, namun tak lama kemudian harga balik turun lebih dari 3% saat Iran mengonfirmasi negosiasi akan digelar—mengurangi risiko konflik langsung dan meredakan kekhawatiran pasokan. Intinya, minyak bergerak naik-turun tipis setelah sesi bergejolak, karena pasar super sensitif terhadap tiap perkembangan baru dari isu AS–Iran dan kekhawatiran permintaan.
Tinjauan Teknikal.
GOLD
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $5.149, Take profit $5.600. Stop loss di $5.088. Atau Sell $ 4.997 Take profit di $ 4.546. Stop loss di $ 5.090
BCO
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $67,88 Take profit $69.77. Stop loss di $67.34. Atau Sell $67.00 Take profit di $66.36. Stop Loss di $67.25.
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.