
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Indeks saham utama AS ditutup melemah pada perdagangan Jumat (28/8) setelah saham semikonduktor kehilangan momentum dan komentar hawkish Ketua Federal Reserve Kevin Warsh meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga bulan depan. S&P 500 turun 0,2%, Nasdaq melemah 0,7%, sementara Dow Jones berakhir sedikit lebih rendah.
Tekanan terbesar kembali datang dari sektor chip. Marvell Technology anjlok 10,3% meskipun kinerja keuangan melampaui perkiraan dan perusahaan menaikkan outlook. Nvidia juga turun 4,6%, AMD melemah 2,3%, sementara Broadcom kehilangan sekitar 0,7% setelah sektor semikonduktor sebelumnya sempat menguat mengikuti laporan Nvidia.
Berbeda dengan produsen chip, sejumlah perusahaan teknologi besar masih mampu bertahan. Alphabet naik 1,5%, Microsoft menguat 1,7%, Meta bertambah 1,2%, sementara Amazon melonjak sekitar 4%, membantu membatasi tekanan pada indeks utama.
Sentimen pasar memburuk setelah Warsh dalam pidatonya di Jackson Hole menegaskan bahwa inflasi mendasar belum menunjukkan perlambatan yang cukup. Ia menyatakan The Fed akan terus melawan tekanan harga sampai inflasi kembali mendekati target 2%, memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter masih akan tetap ketat.
Komentar tersebut membuat trader meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya. Ekspektasi bunga yang lebih tinggi menekan valuasi saham growth dan teknologi, terutama perusahaan yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan yield dan biaya pendanaan.
Analisis Newsmaker: tekanan Wall Street saat ini lebih banyak berasal dari kombinasi hawkish Fed dan profit taking pada saham chip. Selama pasar terus menaikkan ekspektasi rate hike, Nasdaq berpotensi menjadi indeks yang paling rentan. Namun, kekuatan saham hyperscaler menunjukkan tema AI belum sepenuhnya kehilangan dukungan. Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada data tenaga kerja dan inflasi AS untuk mengukur seberapa agresif The Fed dapat bergerak setelah Jackson Hole. (arl)
Sumber: Newsmaker.id