
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
Euro menguat dan mendekati level 1,1600 terhadap dolar AS pada awal perdagangan sesi Asia hari Senin (31 Agustus). Pasangan mata uang EUR/USD bergerak di kisaran 1,1590 seiring melemahnya dolar AS menjelang rilis awal data inflasi konsumen Jerman.
Penguatan euro terjadi meskipun terdapat pernyataan bernada *hawkish* dari pejabat Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam pertemuan di Jackson Hole. Warsh menegaskan bahwa The Fed harus tetap mengambil tindakan jika belum yakin bahwa tekanan biaya hidup dan inflasi inti bergerak turun menuju target dengan laju yang memadai.
Pernyataan-pernyataan tersebut meningkatkan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed tanggal 15–16 September. Probabilitas kenaikan suku bunga dilaporkan melonjak hingga sekitar 57,5%, naik dari 35% sebelum pidato Warsh.
Fokus pasar kini beralih ke data inflasi Jerman. Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan untuk bulan Agustus diperkirakan naik menjadi 2,9% dari 2,8%, sementara *Harmonized Index of Consumer Prices* (HICP) diproyeksikan naik menjadi 3,0% dari angka sebelumnya sebesar 2,8%. Angka yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat alasan bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mempertahankan sikap kebijakan yang ketat serta memberikan dukungan bagi euro.
Inflasi Jerman yang lebih tinggi dapat mendorong EUR/USD melampaui level 1,1600 sekaligus menekan dolar AS. Kondisi semacam itu mungkin mendukung harga emas, meskipun kenaikannya bisa tertahan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Sebaliknya, inflasi Jerman yang lebih rendah dapat melemahkan euro dan memulihkan dominasi dolar.