
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin (BTC) bergerak di sekitar US$83.970 pada perdagangan Kamis (1/10), masih bertahan di area US$84 ribu setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas US$85 ribu sehari sebelumnya. Pergerakan BTC cenderung terbatas karena tekanan dari yield Treasury AS yang tinggi mengimbangi sentimen positif dari inflasi PCE yang lebih lunak.
Pergerakan altcoin juga cenderung beragam. Berdasarkan data real-time yang tersedia saat penulisan, Ethereum (ETH) berada di sekitar US$2.690, XRP US$1,51, Solana (SOL) US$118,15, BNB US$771, Cardano (ADA) US$0,25, dan Dogecoin (DOGE) sekitar US$0,095. Kondisi ini menunjukkan investor masih selektif setelah reli kuat pasar kripto sepanjang kuartal III. Investing.com Indonesia
Tekanan utama datang dari pasar obligasi AS. Yield Treasury 10 tahun sempat melonjak ke sekitar 5,34%, tertinggi sejak 2002, sebelum sedikit mereda. Tingginya imbal hasil obligasi membuat aset berisiko seperti kripto menghadapi persaingan lebih besar dalam menarik modal, meskipun data PCE yang lebih rendah dari perkiraan telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober.
Sentimen institusional juga mengalami sedikit perubahan. ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih US$148,7 juta pada Rabu, mengakhiri rangkaian sembilan hari arus masuk yang sebelumnya mencapai sekitar US$3,1 miliar. ETF Ethereum juga mencatat arus keluar sekitar US$59,6 juta, menunjukkan adanya aksi ambil untung setelah reli kuat beberapa pekan terakhir.
Di sisi fundamental industri, adopsi aset digital tetap mendapat dukungan setelah Open USD (OUSD) mulai diluncurkan dengan dukungan sejumlah perusahaan pembayaran, perbankan, dan kripto. Stablecoin tersebut terintegrasi pada Ethereum, Solana, Base, serta ekosistem Stripe, dan ditujukan untuk pembayaran lintas negara, penyelesaian transaksi kartu, perdagangan institusional, serta layanan keuangan digital.
Analisis Newsmaker:
Bitcoin saat ini masih terjebak dalam tarik-menarik antara PCE yang lebih lunak dan tekanan yield Treasury yang tinggi. Arus keluar ETF jangka pendek juga menahan momentum, meski adopsi institusional dan perkembangan stablecoin tetap menjadi faktor pendukung jangka menengah. Fokus pasar berikutnya beralih ke Non-Farm Payrolls September pada Jumat, karena data tenaga kerja yang kuat dapat kembali mendorong yield dan menekan kripto, sementara hasil yang lebih lemah berpotensi membuka ruang bagi BTC dan altcoin untuk kembali menguat.
Sumber: Newsmaker.id