
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas melanjutkan penguatan pada Kamis (5/11) setelah melonjak lebih dari 3% pada sesi sebelumnya. Spot gold naik 1,4% ke US$4.119,09 per ounce, setelah sebelumnya sempat menyentuh sekitar US$4.147. Penguatan ini terjadi setelah kemenangan besar Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS mendorong dolar dan yield Treasury melemah.
Penurunan yield Treasury menjadi salah satu katalis utama bagi emas. Karena emas tidak memberikan imbal hasil, turunnya yield membuat aset tersebut menjadi lebih menarik bagi investor. Sementara itu, pelemahan dolar membuat emas lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Pasar menilai kemenangan Demokrat berpotensi menciptakan kebuntuan politik di Washington yang dapat membatasi agenda belanja pemerintahan Trump. Namun, dampak tersebut sejauh ini masih didominasi oleh ekspektasi pasar dan belum mencerminkan perubahan kebijakan yang konkret.
Harga minyak juga menjadi faktor pendukung. Brent mulai rebound pada Kamis setelah sebelumnya anjlok hampir 9%, seiring harapan bahwa kemenangan Demokrat dapat mempercepat upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah. Jika harga minyak tetap rendah, tekanan inflasi berpotensi mereda dan mengurangi ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih ketat.
Meski demikian, dolar mulai stabil setelah mengalami tekanan pasca pemilu. Kondisi ini berpotensi membatasi penguatan emas dalam jangka pendek. Pasar juga masih membutuhkan sinyal lebih kuat bahwa tekanan inflasi benar-benar mereda sebelum memperkirakan perubahan besar dalam kebijakan moneter AS.
Investor kini mengalihkan perhatian ke laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat. Data tenaga kerja akan menjadi petunjuk penting mengenai kekuatan ekonomi AS dan arah suku bunga The Fed. Jika data menunjukkan pelemahan pasar kerja dan tekanan inflasi tetap terkendali, ekspektasi pelonggaran kebijakan dapat kembali menguat.
Analisis Newsmaker: momentum emas masih positif berkat yield Treasury yang menurun, dolar yang sebelumnya melemah, dan turunnya harga minyak. Namun, stabilisasi dolar dan rebound minyak menjadi faktor yang perlu diperhatikan. NFP akan menjadi katalis berikutnya yang berpotensi menentukan apakah reli emas berlanjut atau mulai mengalami koreksi. (arl)
Sumber : Newsmaker.id