
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Pasar tenaga kerja Amerika Serikat kembali menunjukkan tanda perlambatan setelah ADP Weekly Employment Change mencatat rata-rata penambahan sekitar 16.800 pekerjaan per minggu selama empat pekan yang berakhir pada 10 Oktober 2026. Angka tersebut turun dari periode sebelumnya yang direvisi menjadi sekitar 17.500 pekerjaan.
Pelemahan ini menunjukkan momentum perekrutan sektor swasta AS mulai kehilangan tenaga untuk pekan kedua berturut-turut. Meski pasar tenaga kerja belum menunjukkan kontraksi tajam, perlambatan perekrutan dapat menjadi sinyal bahwa perusahaan mulai lebih berhati-hati dalam menambah pekerja di tengah tingginya biaya pinjaman dan ketidakpastian ekonomi.
Data ADP mingguan berbeda dengan laporan ADP bulanan karena menggunakan rata-rata bergerak empat pekan untuk menangkap perubahan terbaru dalam pasar tenaga kerja swasta. Dengan demikian, penurunan terbaru memberikan gambaran bahwa permintaan tenaga kerja mulai mendingin secara bertahap.
Dari sisi kebijakan moneter, data ini berpotensi sedikit mengurangi tekanan terhadap Federal Reserve untuk kembali mengetatkan suku bunga secara agresif. Namun, dampaknya masih terbatas karena inflasi dan tingginya harga energi tetap menjadi perhatian utama The Fed dalam menentukan arah kebijakan hingga akhir tahun.
Bagi pasar, pelemahan tenaga kerja dapat menekan dolar AS dan yield Treasury apabila investor mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga berikutnya. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap emas, meski pergerakan pasar tetap akan sangat bergantung pada hasil pertemuan FOMC dan sinyal mengenai kebijakan suku bunga Desember.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id