
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
AS dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan gencatan senjata baru, menurut laporan RIA Novosti yang mengutip sumber di Iran dan Pakistan. Kesepakatan tersebut disebut mencakup jaminan kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang. Namun, hingga saat ini Washington maupun Teheran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai tercapainya kesepakatan final.
Kesepakatan tersebut juga dilaporkan mencakup dimulainya kembali negosiasi berdasarkan Islamabad Memorandum of Understanding (MoU). Perkembangan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas diplomatik Pakistan, setelah Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir melakukan pembicaraan tingkat tinggi di Teheran. Pemerintah Pakistan sebelumnya menyebut pertemuan tersebut menghasilkan “kemajuan signifikan” dalam upaya menurunkan eskalasi dan menghidupkan kembali jalur perundingan.
Isu Selat Hormuz menjadi bagian paling penting bagi pasar global. Sebelumnya, Iran dan Oman juga telah membahas pembentukan koridor navigasi sementara dan mekanisme pembersihan ranjau untuk mengembalikan pelayaran secara aman. Jalur tersebut sebelumnya membawa sekitar seperlima aliran minyak dunia sehingga normalisasi lalu lintas akan mengurangi salah satu risiko pasokan terbesar di pasar energi.
Sinyal diplomasi tersebut muncul ketika Washington meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran melalui sanksi baru. Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump menyatakan jalur utama Hormuz telah dibersihkan dari ranjau oleh Angkatan Laut AS. Dua pejabat AS dilaporkan mengonfirmasi selesainya operasi pembersihan di jalur pelayaran utama, meskipun penyelesaian politik mengenai pengelolaan Hormuz masih menjadi persoalan terpisah.
Bagi pasar minyak, kabar gencatan senjata berpotensi memperkuat tekanan bearish yang sudah terjadi. Brent sebelumnya telah jatuh ke US$88,58 per barel dan WTI ke US$82,36, karena pasar mulai memangkas premi risiko geopolitik setelah melihat peluang diplomasi dan pembukaan kembali Hormuz. Jika kesepakatan benar-benar dikonfirmasi, risiko gangguan pasokan dari Teluk dapat turun lebih jauh.
Analisis Newsmaker: laporan ini berpotensi menjadi game changer bagi minyak dan sentimen global, tetapi pasar perlu berhati-hati karena statusnya masih berdasarkan sumber dan belum diumumkan secara resmi oleh AS maupun Iran. Konfirmasi resmi mengenai gencatan senjata dan kebebasan navigasi Hormuz dapat menekan minyak lebih dalam, meningkatkan risk appetite, dan mengurangi sebagian permintaan safe haven terhadap emas. Sebaliknya, jika laporan dibantah atau negosiasi kembali gagal, harga minyak berpotensi mengalami rebound tajam. (arl)
Sumber : Newsmaker.id