
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Amerika Serikat dan Iran dilaporkan tengah meninjau proposal terbaru dari para mediator untuk menjembatani perbedaan dan mencegah kembali pecahnya perang besar. Mediator Qatar kembali melakukan pembicaraan di Teheran pada Senin, yang disebut berlangsung positif sebelum delegasi kembali meninggalkan Iran.
Upaya diplomasi berlangsung setelah ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama di sekitar Selat Hormuz. Iran meningkatkan serangan terhadap kapal, sementara AS disebut mempertimbangkan kembali operasi militer setelah pemilu paruh waktu. AS juga dilaporkan menyerang sejumlah target di Pulau Qeshm.
Meski demikian, kedua pihak masih memiliki perbedaan besar. Iran menginginkan penghentian blokade laut AS, pelonggaran sanksi, serta jaminan tidak adanya serangan lanjutan. Sementara itu, Washington menuntut konsesi terkait program nuklir Iran.
Presiden AS Donald Trump menyatakan peluang kesepakatan dengan Iran tetap terbuka. Wakil Presiden JD Vance juga mengatakan kedua pihak telah melakukan sejumlah pembicaraan yang baik dan melihat peluang penyelesaian melalui negosiasi.
Dari sisi energi, perkembangan diplomasi sempat menekan harga minyak sekitar 10% pada Senin karena pasar berharap pasokan Timur Tengah kembali normal. Namun, Brent kembali naik 1,7% ke US$106,50 per barel pada awal perdagangan Selasa setelah risiko eskalasi kembali muncul.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pemerintah memperoleh kewenangan tambahan untuk menjalankan pembicaraan damai. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyebut konsultasi dengan mediator semakin intensif, tetapi memperingatkan bahwa Tehran siap merespons jika AS memilih tindakan militer.
Analisis Newsmaker: pasar kini menghadapi dua skenario utama, yakni kemajuan diplomasi yang dapat menekan premi risiko minyak dan meredakan ketegangan geopolitik, atau kegagalan negosiasi yang berpotensi kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Perkembangan pembicaraan AS-Iran menjadi katalis penting bagi minyak dan aset safe haven dalam beberapa hari ke depan. (arl)
Sumber: Newsmaker.id