
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Iran membuka peluang dimulainya kembali diplomasi dengan Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan terdapat kemungkinan kerangka diplomasi antara kedua negara dapat segera dijalankan.
Baghaei menyebut dasar pembicaraan dengan Washington tetap mengacu pada proposal tujuh langkah yang diajukan Teheran. Kerangka tersebut menjadi landasan Iran dalam mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan langkah deeskalasi secara bertahap.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal baru bahwa Teheran masih memberikan ruang bagi negosiasi meskipun ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat tetap tinggi. Pasar akan mencermati apakah Washington memberikan respons positif terhadap kerangka yang ditawarkan Iran.
Kemajuan diplomasi berpotensi mengurangi kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama risiko gangguan terhadap jalur perdagangan energi dan pasokan minyak. Sebaliknya, kegagalan pembicaraan dapat kembali meningkatkan premi risiko geopolitik.
Bagi pasar keuangan, perkembangan diplomasi AS–Iran akan menjadi perhatian utama dalam beberapa hari ke depan. Tanda-tanda tercapainya kesepakatan berpotensi menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi energi, sementara meningkatnya kembali ketegangan dapat mendorong volatilitas pada minyak, emas, dan dolar AS.