
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis, Alberto Musalem, mengatakan kenaikan suku bunga tambahan diperlukan dalam waktu dekat untuk membawa inflasi kembali ke target The Fed. Menurutnya, penyesuaian kebijakan secara bertahap lebih baik dilakukan lebih awal dibandingkan menunggu hingga diperlukan langkah yang lebih besar dan mendadak.
Musalem menilai tingkat suku bunga saat ini masih bersifat akomodatif meskipun The Fed telah menaikkannya pada September. Ia juga melihat risiko inflasi masih condong bertahan di atas target, sementara kondisi keuangan AS memang mulai mengetat setelah langkah kebijakan bank sentral.
Pernyataan tersebut muncul setelah The Fed mempertahankan suku bunga dalam voting 10-2 pada pertemuan pekan ini. Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan data ekonomi yang akan tersedia sebelum pertemuan Desember akan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan tingkat suku bunga yang diperlukan untuk mengembalikan inflasi menuju target 2%.
Tekanan inflasi masih terlihat dari PCE yang meningkat 3,6% secara tahunan pada September. Kondisi ini memperkuat perhatian terhadap risiko inflasi yang persisten dan menjadi salah satu alasan Musalem menilai kebijakan moneter perlu kembali diperketat.
Analisis Newsmaker: Sinyal dari Musalem memperkuat pandangan bahwa siklus pengetatan The Fed belum sepenuhnya berakhir. Pasar kini mencermati kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember dan Maret, sementara perkembangan inflasi serta data ekonomi berikutnya akan menjadi penentu utama arah kebijakan The Fed. (arl)
Sumber : Newsmaker.id