
Trending

Analisis Pasar
Sumber: Newsmaker.id
Emas saat ini masih berada dalam kondisi tarik-menarik antara pelemahan dolar dan ekspektasi suku bunga tinggi. Penguatan tajam yen terhadap dolar membantu menekan greenback dan memberikan dukungan bagi emas karena bullion menjadi lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain. Namun, kenaikan emas masih terbatas karena pasar tetap memperhitungkan peluang sekitar 60% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Ekspektasi tersebut diperkuat oleh data tenaga kerja AS yang solid, sementara kenaikan harga minyak mendekati US$100 per barel menambah risiko inflasi dan berpotensi mendorong yield Treasury lebih tinggi.
Di sisi lain, permintaan bank sentral tetap menjadi penopang penting bagi emas, terutama setelah People’s Bank of China meningkatkan pembelian pada Agustus ke level bulanan tertinggi sejak 2023. Fokus pasar kini tertuju pada data inflasi AS yang akan menjadi penentu apakah ekspektasi kenaikan bunga The Fed tetap bertahan atau mulai berkurang. Jika inflasi lebih panas, emas berpotensi kembali tertekan oleh kenaikan yield dan dolar. Sebaliknya, data inflasi yang lebih lunak dapat membuka ruang penguatan karena tekanan terhadap kebijakan moneter ketat akan berkurang. (arl)
Harga emas pada saat analisis ini dirilis: $4.387
- Buy jika harga bergerak ke $4.394
- Sell jika harga bergerak ke $4.380
Resisten 2: $4.418
Resisten 1: $4.406
Support 1: $4.372
Support 2: $4.359
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id